logo


Lebih Mematikan, Varian Baru Covid-19 Inggris Diyakini Tingkatkan Resiko Kematian

PM Inggris menyebut varian baru Covid-19 yang muncul di Inggris lebih mematikan

23 Januari 2021 11:15 WIB

PM Inggris Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengeluarkan peringatan bahwa varian baru virus COvid-19 yang muncul di Inggris pada pertengahan Desember lalu tidak hanya lebih mudah menular, tetapi juga kemungkinan lebih berbahaya sehingga resiko kematian bisa meningkat.

"Kami telah diberitahu bahwa selain menyebar lebih cepat, tapi saat ini juga sudah ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa varian baru virus (Covid-19), yang sebelumnya ditemukan di London dan Inggris Selatan, kemungkinan mengakibatkan peningkatan tingkat kematian," ujar Johnson dalam konferensi pers dikutip RT.com.

Varian baru Covid-19 yang disebut dengan B-117 tersebut sejauh ini diyakini 30 hingga 70 persen lebih mudah menular dibanding dengan virus Sars-Cov-2 sebelum bermutasi. Hal tersebut disampaikan oleh penasihat kesehatan pemerintah Inggris Patrick Vallance.


Masih Terlalu Dini bagi Pemerintah Inggris untuk Cabut Aturan Lockdown

Menurut Vallance, meskipun data rumah sakit menyebutkan bahwa tidak ada jumlah peningkatan yang cukup signifikan dalam hal tingkat kematian, namun virus varian baru tersebut dapat meningkatkan resiko kematian.

"Jika anda mengambil seseorang yang berusia 60 tahun ke atas, resiko rata-rata dari 1.000 orang yang terinfeksi Covid-19, 13 atau 14 orang diantaranya kemungkinan akan tewas," kata Vallance.

Ia juga mengatakan bahwa semakin banyak bukti yang terungkap dari penelitian laboratorium bahwa varian varu Covid-19 Inggris ini juga dapat menurunkan tingkat efektivitas vaksin.

Republikan Minta Joe Biden Tingkatkan Tekanan terhadap China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia