logo


Rencana Listyo Sigit Wajibkan Polri Belajar Kitab Kuning, Ini Kata Muhammadiyah

Belajar kitab kuning tidak bisa menjamin polisi mampu menangani persoalan yang berkaitan dengan agama Islam.

22 Januari 2021 15:58 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengapresiasi rencana calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang mewajibkan anggota Polri untuk mempelajari kitab kuning.

Namun, Abdul menilai wacana itu tidak bisa menjamin polisi mampu menangani persoalan yang berkaitan dengan agama Islam.

"Mewajibkan polisi memahami kitab kuning itu sebuah kebijakan yang perlu diapresiasi. Akan tetapi, belum tentu menjamin polisi dapat menangani masalah-masalah keagamaan Islam dengan baik dan benar," kata Abdul, dikutip dari cnnindonesia.com, Jumat (22/1).


Komjen Listyo Wajibkan Polisi Belajar Kitab Kuning, MUI: Tapi Jangan Sampai Jadi Kyai

Menurutnya, wawasan dan pemahaman polisi mengenai ajaran Islam perlu ditingkatkan. Sebab, banyak aspek tentang keragaman dan dinamika yang perlu diketahui.

"Selama ini polisi cenderung melihat Islam dari satu sudut pandang sehingga seringkali salah mengambil tindakan," ujarnya.

Abdul menambahkan, kitab kuning memiliki banyak variasi dari jenis kajian, ajaran, dan aliran. Bahkan, lanjut dia, banyak kitab kuning yang mengajarkan konservatisme beragama.

"Harus dipersiapkan dengan seksama dari sisi pilihan kitab kuning, pembimbing, dan relevansi," tuturnya.

DPD RI: Listyo Sigit Memiliki Integritas dan Dedikasi Luar Biasa Terhadap Isu Penegakan Hukum

Halaman: 
Penulis : Iskandar