logo


Komjen Listyo Wajibkan Polisi Belajar Kitab Kuning, MUI: Tapi Jangan Sampai Jadi Kyai

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengingatkan bahwa tugas utama kepolisian adalah mengayomi dan menjaga keamanan masyarakat.

22 Januari 2021 12:08 WIB

Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri terpilih Komjen Listyo Sigit Prabowo berencana mewajibkan anggota polisi belajar kitab kuning. Hal tersebut pernah ia lakukan saat menjabat sebagai Kapolda Banten untuk mencegah perkembangan radikalisme dan terorisme.

Dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, kitab kuning berarti kitab-kitab klasik ulama terdahulu yang menjadi salah satu bagian penting dalam pengajaran di pesantren NU.

Menanggapi wacana tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengingatkan bahwa tugas utama kepolisian adalah mengayomi dan menjaga keamanan masyarakat.


Optimis Komjen Listyo Usut Penembakan FPI, Amien Rais: Omongannya kan Merdu

"Tapi jangan sampai pindah arah. Polisi jangan sampai menjadi santri, kiai, karena tugas jadi polisi jaga keamanan, melindungi umat. Tapi nilai-nilai yang mengajarkan yang menceramahi itu tetap ulama," kata Cholil seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (22/1/2021).

"Cukup kiai yang alim. Jadi yang sampaikan nilai-nilai itu ulama dan santri. Polisi itu hanya menjalankan, merealisasikan nilai-nilai yang diceramahkan para ulama," sambungnya.

Meski demikian, Cholil tidak melarang polisi belajar kitab kuning. Namun pemaknaan kitab kuning diubah pada pemahaman Islam yang moderat.

"Kita maknanya diubah, belajar kitab kuning artinya belajar Islam moderat, paham yang moderat. Jangan sampai di polisinya justru ada radikalisme," tandasnya.

Komjen Listyo Sigit Janji Hidupkan PAM Swakarsa, KSP Sebut Berbeda dengan Orde Baru

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati