logo


Hebat! Kebun Teh Lawang, Jadi Agrowisata Penyedia Teh Terbaik Berkelas Dunia

Perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) ini, memiliki luas 1.144,31 hektar

24 April 2015 13:00 WIB

Agrowisata Kebun Teh Wonosari Lawang
Agrowisata Kebun Teh Wonosari Lawang

WONOSARI, JITUNEWS.COM - Agrowisata Kebun Teh Wonosari Lawang berkembang dengan dua fungsi yang sama-sama pasti. Selain sebagai kawasan pengembangan komoditi teh terbaik, kebun teh yang terletak di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari, dan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini juga berkembang menjadi aset wisata yang menjanjikan.

Kebun teh ini letaknya berjarak 30 kilometer utara dari Kota Malang dan 80 kilometer dari selatan Kota Surabaya, atau bisa menempuh waktu lebih kurang dua jam perjalanan dari Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur.

Perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) ini, memiliki luas 1.144,31 hektar, terbagi atas tiga bagian perkebunan. Masing-masing di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari, kebun Gebug Lor di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, dan kebun Raden Agung di Desa Ambal-Ambil Kecamatan Kejayan.


Terkendala Masalah Infrastrukur, Perkebunan Teh Dewata Belum Siap Jadi Agrowisata

Secara geografis, perkebunan ini berada pada ketinggian 950-1250 meter dari permukaan laut (dpl), dengan temperatur udara 19-26 derajat celcius. Memiliki kelembaban udara pada waktu siang hari antara 60-20 persen dan 80-90 persen pada waktu malam hari.

Pesona yang dapat ditemukan di wana wisata ini adalah hamparan hijau perkebunan teh dengan pohon mahoninya yang rindang, serta pabrik Teh Rolas, salah satu teh terbaik dunia, yang dapat dilihat langsung oleh para pengunjung, fasilitas lengkap rekreasi, dan sarana penginapan beserta fasilitas outbond yang diberikan.

Kebun Teh Wonosari berdiri pada tahun 1875, dikelola oleh perusahaan Belanda bernama NV Cultur Maatschappy. Lalu pada tahun 1910 hingga 1942, kebun ini ditanami teh dan kina. Memasuki masa penjajahan Jepang 1942-1945, sebagian tanaman teh diganti menjadi ubi, singkong, kentang, dan sejenisnya.

Hingga masa kemerdekaan, perkebunan ini diambil alih oleh negara dengan nama Pusat Perkebunan Negara (PPN), dan 1950 tanaman kina diganti lagi oleh tanaman teh. Memasuki 1957, Kebun Teh Wonosari tercatat dalam PPN untuk kesatuan wilayah Jawa Timur, hingga 1963 berganti di bawah naungan PPN Aneka Tanaman. Berlanjut pada 1968, kebun ini masuk dalam daftar PNP XXIII dan di 1972 perkebunan dengan area budidaya tanaman pokok teh seluas 628,86 hektare ini masuk PT Perkebunan XXIII (Persero).

Berlanjut lagi pada 1995 masuk PTP Group Jawa Timur, dan 1996 masuk dalam PTP Nusantara XII hingga kini. Lalu pada 1994 Kebun Teh Wonosari ini dikembangkan sebagai wisata agro, lalu untuk diverifikasi pengelolahan kebun teh hingga saat ini.

Kabar Gembira! Pemkab Solok Akan Kembangkan Kebun Manggis Jadi Agrowisata

Halaman: 
Penulis : Hasballah