logo


Gedung Putih Konfirmasi Joe Biden Berniat Perpanjang Perjanjian Senjata Nuklir dengan Rusia

Perjanjian New START antara Amerika Serikat dengan Rusia akan segera berakhir pada 5 Februari mendatang.

22 Januari 2021 08:56 WIB

Gedung Putih AS
Gedung Putih AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kantor kepresidenan Amerika Serikat, Gedung Putih, mengkonfirmasi bahwa presiden Joe Biden berencana memperpanjang perjanjian pengurangan senjata nuklir dengan Rusia (New START), yang akan kadaluwarsa pada 5 Februari mendatang.

"Saya bisa mengkonfimasi bahwa Amerika Serikat bertekad mengupayakan perpanjangan selama lima tahun perjanjian New START," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (21/1).

Ia menambahkan bahwa Joe Biden yang presiden AS ke-46 tersebut menilai perjanjian New START sebagai salah satu kepentingan keamanan nasional AS.


Brexit Disebut Ganggu Aliran Pasokan Barang ke Irlandia Utara

"Presiden (Joe Biden) sudah menjelaskan bahwa perjanjian New START adalah kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat...New START adalah satu-satunya perjanjian yang menekan pengembangan nuklir Rusia dan merupakan sebuah landasan terhadap stabilitas strategis diantara kedua negara," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby menilai militer AS perlu memperbarui perjanjian tersebut secepat mungkin agar dapat digunakan dalam mengawasi pengembangan senjata nuklir Rusia.

"Gagal dalam memperpanjang perjanjian New START dapat melemahkan pemahaman Amerika mengenai senjata nuklir jarak jauh Rusia," katanya.

Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov mengatakan bahwa Rusia sangat terbuka untuk melakukan pembahasan dengan Amerika Serikat terkait perpanjangan kesepakatan pengurangan senjata New START yang akan segera berakhir pada 5 Februari mendatang.

"Rusia bersedia melakukan dialog substantif terkait New START. Masih ada kemungkinan untuk mencapai kesepakatan ini sebelum perjanjian tersebut berakhir pada 5 Februari 2021...Kami menantikan adanya permohonan konstruktif (dari Amerika Serikat)," kata Antonov.

Ucapkan Selamat kepada Joe Biden, Bolsonaro Minta Ada Perdagangan Bebas AS-Brazil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia