logo


Unggah Postingan soal Muslim Uyghur, Akun Twitter Kedubes China di AS Diblokir

Twitter mengatakan bahwa postingan yang diunggah oleh kedutaan besar China untuk AS soal Uyghur melanggar kebijakan mereka.

21 Januari 2021 11:30 WIB

Logo Twitter
Logo Twitter The Sun

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Twitter telah memblokir akun Kedutaan Besar China untuk AS usai memposting cuitan yang menyebut bahwa pemerintah China akan mempertahankan kebijakan mereka di wilayah provinsi Xinjiang. Postingan tersebut dinilai telah melanggar kebijakan Twitter terkait perikemanusiaan.

Dalam postingannya, akun @ChineseEmbinUS mengatakan bahwa wanita Uyghur tidak lagi menjadi "mesin pembuat bayi", mengutip sebuah penelitian yang dimuat dalam koran China Daily.

Postingan tersebut sudah dihapus oleh Twitter.


Hari Pertama di Gedung Putih, Joe Biden Langsung Keluarkan 17 Perintah Eksekutif Hapuskan Kebijakan Trump

Meski Twitter sudah menyembunyikan sejumlah cuitan yang melanggar kebijakan mereka, namun pemilik akun harus secara manual menghapus postingan tersebut.

"Kami sudah mengambil tindakan terhadap cuitan yang melanggar kebijakan kami terkait perikemanusiaan, dimana (aturan) ini menyatakan: Kami melarang adanya tindakan dehumanisasi dari sekelompok orang berdasar agama, kasta, usia, disabilitas, penyakit serius, kewarganegaraan, ras, atau suku bangsa," kata seorang juru bicara Twitter dikutip Reuters.

Sejauh ini belum ada tanggapan yang dilontarkan oleh Kedubes China di Washington. Untuk diketahui, layanan Twitter dibklokir di China Daratan.

Sebelumnya, Twitter juga sudah melakukan tindakan yang sama terhadap Donald Trump yang memiliki 88 juta follower menyusul insiden kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Rusia-AS Segera Gelar Dialog soal Perjanjian Senjata dan Isu Internasional Lain

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia