logo


Minta Publik Tak Curiga soal Perpres Ekstremisme, Istana: Kita Mesti Rasional

Moeldoko mengatakan bahwa jumlah aparat kepolisian di Indonesia sangat sedikit.

21 Januari 2021 07:15 WIB

tagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta kepada publik agar tidak menyampaikan tudingan miring terkait Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional dan Penanggulangan Ektremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme.

"Mungkin ada berbagai pihak yang curiga macam-macam. Begini loh, kita mesti rasional lah," kata Moeldoko seperti dilansir CNNIndonesia,com, Kamis (21/1/2021).

Moeldoko mengatakan bahwa jumlah aparat kepolisian di Indonesia sangat sedikit. Oleh karena itu masyarakat perlu dilibatkan dalam menangani ancaman ekstremisme.


Soal Alasan Jokowi Tunjuk Komjen Listyo Sigit, Moeldoko: Ya Kriterialah

"Jumlah polisi kita itu sekitar 470 ribu, jumlah penduduk kita sekitar anggaplah 270 juta. Jadi kalau dihitung satu polisi harus mengelola 500 kurang lebih, masyarakat. Padahal di Jepang itu hanya 1 banding 50," ujarnya.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan bahwa Perpres tersebut telah didukung oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dengan demikian, ia berharap masyarakat tidak menyampaikan tudingan miring kepada pemerintah terkait Perpres tersebut.

Airlangga Sempat Positif Covid-19, Moeldoko: Cukup Beberapa Orang yang Tahu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati