logo


PRPPK, Kendala Untuk Potensi Pertanian Indonesia (Bagian-2 Habis)

Hal tersebut karena PRPPK tak tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang mengikat

24 April 2015 11:15 WIB

Pertanian Indonesia (Ist)
Pertanian Indonesia (Ist)

Sedangkan sekira 15 tahun sebelumnya, sektor pertanian di Indonesia sangat terpuruk dan Indonesia dikenal sebagai pengimpor beras terbesar di dunia. Selanjutnya, menuju Kebangkitan Sektor Pertanian II dianggap terjadi pada 2005. Tatkala ketika itu (11 Juni 2005), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mendeklarasikan apa yang disebut sebagai Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (PRPPK).

Namun, apa yang terjadi, tak seperti yang diharapkan, seperti halnya yang terjadi pada Era Orde Baru. Banyak para ahli yang beranggapan, program menuju kebangkitan sektor pertanian yang kedua, adalah gagal akibat berbagai kendala. Demikian pula kendala fungsional, pelaksanaan PRPPK terkesan sangat sektoral, karena sektor tersebut hanya diurus sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan saja.

Tak semua sektor dapat berfungsi dan digerakkan untuk meng-goalkan pelaksanaan PRPPK itu. Karenanya dalam pelaksanaan pembangunan pertanian harus didukung oleh semua sektor. Hal itu penting karena pengalaman sebelumnya pada Era Orde Baru, semua sektor mendukung program pembangunan pertanian pada saat itu, termasuk rakyat dan petani, birokrasi (pemkab) dan para ilmuwan.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

Meski demikian, para ilmuwan terus mengadakan riset untuk menghasilkan teknologi tepat guna menunjang program pertanian. Pada tahap awal, diharapkan sekitar 0,1% dari produk domestik bruto (PDB) dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Upaya itu pada hakekatnya merupakan kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian, guna mencapai stabilisasi, efisiensi, dan pemerataan. Namun ketiga komponen itu sering mengalami trade-off, papar Prof. Windia.

Berita sebelumnya

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro