logo


Foodpreneur Di Tengah Pandemi

Foodpreneur Di Tengah Pandemi

8 November 2020 12:28 WIB

Logo Mbun Brownies
Logo Mbun Brownies Istimewa

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia di tahun 2020 ini menuntut seluruh pelaku bisnis untuk memutar otak dan meluncurkan inovasi inovasi terbaru. Tidak terkecuali foodpreneur atau pelaku bisnis yang bergerak di sektor jasa atau produk makanan dan minuman atau biasa disebut sebagai industry kuliner.

Sebelum pandemi, industry kuliner termasuk dalam 3 besar industry kreatif yang menyumbang pendapatan terbesar selain industry mode dan kerajinan. Saat pandemi menyerang, industry kuliner juga paling terdampak karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pengunjung restoran tidak dapat datang dan makan di restoran dan tempat favoritnya.

Menghadapi situasi demikin, banyak foodpreneur yang beralih dari restoran fisik yang bisa dikunjungi menjadi ghost kitchen. Ghost kitchen adalah jenis industry kuliner yang tidak menyediakan tempat fisik yang bisa dikunjungi , melainkan hanya berupa dapur yang bisa menggunakan rumah dan menjual produknya melalui aplikasi. Mekanisme ghost kitchen membuat foodpreneur bisa bertahan dalam menghadapi pandemi.


Sedang Tren Belanja Online, Banyak Maskapai Rombak Pesawat Penumpang Jadi Pesawat Kargo

Salah satu tenant BINUS Incubator yang bergerak di industry kuliner adalah Mbun Brownies yang merupakan usaha yang dibangun oleh Ifmy Shafiyyah, mahasiswa jurusan Management BINUS University. Mbun Brownies sejak awal pendiriannya telah memutuskan untuk fokus pada konsep ghost kitchen. Walaupun sempat membuka outlet, pada akhirnya Mbun Brownies kembali ke konsep ghost kitchen ini.

Pada saat pandemi melanda, konsep ghost kitchen ini terbukti kebal krisis karena masih mampu melayani customer yang memesan makanan dan minuman melalui aplikasi. Coach Indriana yang mendampingi Mbun Brownies dalam proses inkubasi di BINUS Incubator mengatakan bahwa Ifmy justru bertambah semangat saat pandemi karena competitor yang terbiasa berjualan di toko harus melayani pelanggan secara online lewat aplikasi, sedangkan Mbun yang sejak awal hanya fokus di penjualan lewat aplikasi sudah terlebih dahulu menguasai pasar dan customer terbiasa dengan penjualan lewat aplikasi sehingga penjualan Mbun justru meningkat di saat pandemi.

Coach Indriana berharap bahwa Mbun Brownies dapat terus mengembangkan bisnisnya dan dapat menemukan konsep konsep baru bagi pengembangan industry kuliner yang dikembangkan sejak kuliah sehingga saat lulus bisa jauh lebih fokus ke bisnis dan bertahan bahkan setelah pandemi berlalu.

AS Singkirkan Sejumlah Perusahaan China dari Bursa Saham Nasdaq, Begini Reaksi Beijing

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan