logo


Jerman Harus Berlakukan Tarif Impor Gas dari AS sebagai Balasan dari Sanksi AS terhadap Nord Stream 2

Seorang anggota parlemen Jerman meminta pemerintah Jerman untuk memberlakukan tarif impor terhadap komoditas gas alam cair dari AS jika AS tidak menghentikan sanksi mereka terhadap pihak yang terlibat dalam pembangunan Nord Stream 2

20 Januari 2021 12:30 WIB

Proyek Nord Stream 2
Proyek Nord Stream 2 istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Jerman harus memberlakukan tarif terhadap impor gas alam cair dari AS sebagai balasan atas tindakan Washington yang terus menerus menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terlibat dalam mega proyek pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2. Hal tersebut disampaikan oleh seorang anggota parlemen Jerman, Kalus Ernst.

Kepala Komisi Urusan Perdagangan dan Energi Parlemen Jerman tersebut mengatakan bahwa sanksi AS terhadap proses pembangunan jalur pipa gas alam Rusia-Jerman tidak dapat diterima.

"Sanksi AS terhadap sejumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam pembangunan Nord Stream 2 tidak akan berdampak apa-apa, hanya saja, sanksi tersebut tidak dapat diterima," katanya dikutip Russia Today.


Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jerman Perpanjang Lockdown

Ernst menambahkan bahwa AS tidak berhak mempromosikan kepentingan sektor gas mereka saja dengan merendahkan pihak lainnya, termasuk negara aliansi AS. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah Jerman untuk memanggil Dubes AS untuk menjelaskan posisi AS.

"Juga diperlukan untuk memberlakukan denda bea cukai terhadap impor gas dari AS," katanya.

Ernst menyebut pemerintahan Joe Biden kemungkinan besar tidak akan merubah kebijakan ekonomi agresif AS.

"Meski kami tidak berkomentar terkait sanksi di masa depan, kami akan terus menyampaikan pemikiran dengan negara aliansi dan negara rekan terkait potensi adanya sanksi (AS)," kata juru bicara Kedubes AS.

Ada Keterkaitan dengan Kelompok Militan, 12 Orang Tentara AS Dikeluarkan dari Tugas Pengamanan Pelantikan Presiden

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia