logo


AS Bakal Tingkatkan Sikap Agresif Mereka terhadap China

Calon kepala badan intelijen nasional AS mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden harus meningkatkan sikap agresif untuk menghadapi tantangan dan ancaman China

20 Januari 2021 11:45 WIB

Avril Haines
Avril Haines istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat harus mengambil tindakan yang agresif terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh China. Hal tersebut disampaikan oleh Avril Haines yang ditunjuk oleh Joe Biden sebagai Direktur Intelijen Nasional AS (DNI) kepada pihak Senat pada Selasa (19/1).

Avril juga mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden kemungkinan akan kembali ke dalam perjanjian nuklir JCPOA 2015 terlebih dahulu, setelah Donald Trump membawa AS keluar pada 2018, sebelum akhirnya Iran bersedia mematuhi kembali aturan kesepakatan nuklir tersebut.

Mantan wakil direktur CIA tersebut juga mengatakan bahwa ia akan mencurahkan lebih banyak sumber daya dalam menghadapi isu China sebagai salah satu prioritasnya.


Pemblokiran Channel YouTube Donald Trump Diperpanjang

"Pendekatan (kebijakan) kita kepada China harus berevolusi dan menyesuaikan dengan realita bahwa kita melihat China lebih agresif hari ini," ujarnya.

"Saya sangat mendukung adanya sikap agresif, untuk mengatasi tantangan yang akan kita hadapi," tambahnya.

Di depan Komisi intelijen Senat, Avril Heines mengatakan bahwa dirinya akan menjadikan DNI sebagai lembaga yang bebas dari kepentingan politik.

"DNI harus menegaskan bahwa, segala sesuatu yang berhubungan dengan intelijen, tidak akan ada ruang untuk politik," tandasnya.

Ada Keterkaitan dengan Kelompok Militan, 12 Orang Tentara AS Dikeluarkan dari Tugas Pengamanan Pelantikan Presiden

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia