logo


Ada Keterkaitan dengan Kelompok Militan, 12 Orang Tentara AS Dikeluarkan dari Tugas Pengamanan Pelantikan Presiden

Sedikitnya 12 personil tentara AS dikeluarkan dari tugas pengamanan Gedung Capitol menjelang upacara pelantikan Joe Biden, karena diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok militan

20 Januari 2021 11:15 WIB

Seorang personil militer AS berjaga di depan Gedung Capitol
Seorang personil militer AS berjaga di depan Gedung Capitol istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Setidaknya dua belas personil pasukan garda nasional AS telah dikeluarkan dari tugas pengamanan upacara pelantikan presiden Joe Biden setelah mereka kedapatan memiliki keterkaitan dengan kelompok militan sayap kanan dan memposting pandangan kontroversial secara online. Hal tersebut dilaporkan oleh AP News pada Selasa (19/1) atau satu hari sebelum upacara pelantikan digelar.

AP News melaporkan bahwa seorang intelijen anonim yang menjadi narasumbernya tidak mengatakan kelompok militan mana yang memiliki keterkaitan dengan oknum pasukan militer AS tersebut.

Seperti diketahui, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan 25 ribu personil pasukan garda nasional AS di Washington untuk meningkatkan penjagaan keamanan menjelang upacara pelantikan presiden terpilih Joe Biden yang akan digelar pada 20 Januari mendatang.


Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jerman Perpanjang Lockdown

Pengamanan di ibukota AS tersebut ditingkatkan usai FBI memperingatkan bahwa pihaknya sudah melihat ada sejumlah kelompok bersenjata yang akan menggelar aksi di sejumlah negara bagian, termasuk Washington.

"Departemen Pertahanan telah setuju untuk menyediakan hingga 25 ribu personil militer untuk mendukung Pasukan Keamanan Nasional Khusus Upacara Pelantikan Kepresidenan dan persiapan pengamanan, yang akan dipimpin oleh Pasukan Rahasia AS," kata Departemen tersebut dalam siaran persnya pada Jumat (15/1).

Pemblokiran Channel YouTube Donald Trump Diperpanjang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia