logo


Pemblokiran Channel YouTube Donald Trump Diperpanjang

YouTube mengatakan bahwa pihaknya memperpanjang pemblokiran channel milik Donald Trump selama satu pekan

20 Januari 2021 10:44 WIB

Getty Images

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pihak YouTube mengatakan bahwa mereka akan memperpanjang pemblokiran channel milik Donald Trump hingga setidaknya satu pekan untuk mencegah Trump mengupload atau melakukan live-streaming pada channel tersebut.

Aplikasi video streaming milik Alphabet tersebut sudah memblokir channel Trump pada 12 Januari lalu, minimal untuk selama satu pekan, karena diduga melanggar kebijakan mereka terkait tindakan penghasutan kekerasan. Pemblokiran tersebut dilakukan usai ratusan massa pendukung Trump melakukan kerusuhan dan menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Pada Selasa (19/1), YouTube mengatakan bahwa perpanjangan pemblokiran tersebut dilakukan karena "adanya kekhawatiran mengenai potensi kekerasan yang akan muncul" menjelang upacara pelantikan presiden terpilih Joe Biden.


Menlu AS yang Baru Sebut Prinsip Dasar Kebijakan Trump terhadap China Sudah Benar

Sebagaimana diketahui, Donald Trump biasa memanfaatkan akun media sosialnya untuk menyebarkan tudingannya terkait segala hal, termasuk soal adanya tindak kecurangan dalam proses penghitungan suara pilpres AS 3 November lalu. Hal tersebut diyakini telah memicu para simpatisan garis keras-nya untuk melakukan tindak kekerasan.

Sejumlah aktivis sebelumnya juga sudah mendesak YouTube untuk memblokir secara permanen channel Donald Trump tersebut, seperti yang sudah dilakukan oleh Twitter. Mereka bahkan mengancam akan memboikot YouTube jika tidak memenuhi permintaan mereka.

Sementara itu, CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai mengatakan bahwa ancaman pemblokiran tidak hanya akan dijatuhkan kepada channel Trump saja, namun semua pengguna lain jika tiga kali melanggar kebijakan YouTube dalam waktu 90 hari.

Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jerman Perpanjang Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia