logo


Menlu AS yang Baru Sebut Prinsip Dasar Kebijakan Trump terhadap China Sudah Benar

Antony Blinken mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden tidak akan merubah pendekatan kebijakan internasional terhadap China

20 Januari 2021 09:16 WIB

Antony Blinken
Antony Blinken cbs news

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Antony Blinken, yang merupakan calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, pada Selasa (19/1) mengatakan bahwa China telah memberikan ancaman yang signifikan terhadap Amerika Serikat. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah pertemuan dengan pihak Senat.

Pada kesempatan tersebut, Blinken juga mengakui langkah pendekatan yang diambil oleh Donald Trump terhadap China sudah benar. Namun, ia tidak setuju dengan cara yang dilakukan oleh Trump terkait persoalan tersebut.

"Prinsip dasarnya sudah benar," ujar Blinken dikutip Sputniknews.


Donald Trump Batalkan Lisensi Kerja Sama Perusahaan AS dengan Huawei

Sebagaimana diketahui, belakangan ini Donald Trump semakin gencar menyerang China. Terbaru, Menlu AS Mike Pompeo melontarkan tuduhan jika Beijing telah melakukan genosida terhadap muslim Uyghur yang tinggal di provinsi Xinjiang.

Tentu saja klaim tersebut dibantah oleh pemerintah China.

Selain persoalan mengenai China, Blinken juga mengungkapkan bahwa pemerintahan Joe Biden sudah menyusun rencana untuk memulai sebuah kesepakatan nuklir baru dengan Iran, dimana pada perjanjian tersebut AS akan mengikut-sertakan Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang selama ini menjadi musuh Iran.

"Presiden terpilih Joe Biden meyakini jika Iran kembali mematuhi (perjanjian nuklir), kami juga akan melakukannya. Namun kami akan memanfaatkannya sebagai sebuah platform dengan negara aliansi dan rekan kami yang berada di pihak yang sama dengan kami, untuk membentuk sebuah perjanjian yang lebih lama dan kuat...khususnya terkait (perkembangan) misil dan semua aktivitas Iran yang merusak stabilitas kawasan," tandasnya.

Konflik Timur Tengah Sepi selama Trump Jadi Presiden AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia