logo


Melalui Aplikasi "Blued" Pasien Covid-19 Jadi Tersangka Kasus Asusila Sesama Jenis Di Wisma Atlet

Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 handphone, kartu identitas nakes, dan bukti percakapan.

20 Januari 2021 08:09 WIB

Jumpa pers kasus asusila sesama jenis (gay) di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2021).\n
Jumpa pers kasus asusila sesama jenis (gay) di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2021). jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan tersangka pasien positif Corona berinisial JN (23) dalam kasus asusila sesama jenis (gay) dengan seorang tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Hengki Haryadi mengungkap kasus asusila ini berawal dari komunikasi Tersangka JN dan KA melalui aplikasi, saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2021).

“Berawal dari tersangka dengan teman mainnya (tenaga kesehatan) orang yang suka sesama jenis. Mereka memiliki suatu aplikasi “Blued” (kencan sesama jenis) dengan radius 500 meter akan ditemukan dengan orang yang menggunakannya juga”.


Ketua MPR Dorong Wartawan Masuk Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

“Tersangka JN ketika itu dirawat di ruang isolasi yang berada di Tower V Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sedangkan, oknum nakes bertugas di Tower III dan sesekali juga bertugas di Tower V”, ujar Hengki.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin menambahkan “KA akhirnya mendatangi JN ke Tower 5. Pada 24 Desember 2020, keduanya melakukan hubungan seks sesama jenis untuk pertama kalinya di kamar mandi Tower 5 dan dilakukan lagi berhubungan sesama jenis pada 25 Desember 2020, di kamar mandi yang sama”.

“Setelah itu mereka saling berkomunikasi tentang perbuatan mereka, tentang kejadian yang mereka rasakan. Pelaku JN mengunggah ke media sosial Twitter sehingga menyebarlah berita tersebut,” ujar Burhanuddin.

Satreskrim Polres Jakarta Pusat akhirnya menetapkan JN sebagai tersangka penyebar konten pornografi. Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 handphone, kartu identitas nakes, dan bukti percakapan.

Atas perbuatannya, tersangka JN dijerat dengan Pasal 36 Juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, juga dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE

“Dalam hal ini yang berkaitan dengan asusila dan dapat dipidana paling lama 6 tahun dan atau denda Rp1 miliar,” pungkas Burhanuddin.

4 Relawan PMI di Mamuju Terpapar Corona Meski Terapkan Prokes Ketat, Ternyata Ini Penyebabnya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati