logo


Progam Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19 di LN, HNW: Saya Usul Segera Diluncurkan oleh Kemenag

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Kementerian Agama segera merealisasikan program-program yang sudah disepakati dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI

19 Januari 2021 13:47 WIB

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Kementerian Agama segera merealisasikan program-program yang sudah disepakati dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI seperti bantuan untuk mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi Agama Luar Negeri yang terdampak covid-19 seperti di Mesir, Sudan, Pakistan, Maroko, Yaman dan lain-lain.

“Presiden Jokowi telah meluncurkan program perlindungan sosial sejak 4 Januari 2021, namun hingga kini program serupa dalam lingkup keagamaan tidak juga diluncurkan oleh Kementerian Agama,” ujar Hidayat sesudah Rapat Kerja dengan Kementerian Agama RI mengenai evaluasi anggaran 2020 secara virtual di Jakarta (18/1/2021).

“Saya usulkan, sesuai aspirasi Umat, agar program-program itu segera diluncurkan oleh Kemenag”, imbuhnya.


637.048 Guru & Tenaga Kependidikan Non PNS Terima Bantuan Rp1,8 Juta, Apa Saja Syaratnya?

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menyebutkan, adanya beberapa program keumatan yang sudah disepakati dalam raker antara Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR-RI pada tahun 2020 dan perlu ditagih realisasinya agar dapat dilanjutkan pada 2021.

Pertama, sesuai hasil raker pada 8 April 2020, ada keputusan yang disepakati untuk juga membantu mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi Agama di Luar Negeri terdampak Covid-19, seperti di Mesir, Sudan, Pakistan, Maroko, Yaman.

Namun, lanjutnya, hingga kini tidak pernah ada laporan pelaksanaan program tersebut dan karenanya tidak pernah diterima oleh para mahasiswa terdampak Covid-19 di luar negeri. Padahal dalam berbagai kesempatan bertemu dengan mereka saat reses secara virtual maupun webinar, mereka banyak sampaikan aspirasi soal kesulitan yang dialami selama pandemi covid-19 serta pentingnya kehadiran Negara untuk membantu dan mengayomi mereka

“Sebagai wakil Rakyat dari dapil Jakarta II meliputi Luar Negeri, saya usulkan agar program ini segera dilaksanakan dan dilanjutkan untuk tahun 2021. Karena keperluan untuk itu masih ada dan malah meningkat,” kata dia.

“Apalagi mempertimbangkan banyaknya Kiyai/Nyai/Ulama/Habaib yang wafat di era covid-19, maka membantu para mahasiswa calon penerus Ulama yang sedang belajar di berbagai Perguruan Tinggi Islam di Luar Negeri yang juga terdampak covid-19 adalah sangat penting”, ungkapnya.

Kedua, perolehan Kemenag dengan alokasi Rp 890 Miliar pada November 2020 untuk pengembalian dana BOS Madrasah, sebagaimana disepakati dengan komisi VIII DPRRI, tidak jelas realisasi dan pendistribusiannya.

Menurutnya hal ini harus direalisasikan dan diperjelas pelaksanaannya agar bermanfaat sesuai peruntukannya. Dan komitmen tidak melakukan pemotongan dana BOS untuk Madrasah dan Pesantren agar dilanjutkan dengan jujur dan serius.

Ketiga, program bantuan operasional pesantren dan madrasah yang berdasarkan keterangan Menag pada Raker 29 September 2020 termasuk dalam program penanganan Covid-19 tahun 2021 dengan total anggaran Rp 2,98 Triliun, juga belum ada sosialisasi lebih lanjut.

"Padahal umat di bawah lingkup Kementerian Agama banyak yang membutuhkan pelaksanaan program-program tersebut dalam rangka mengatasi dampak negatif dari Covid-19," pungkasnya.

Pemerintah Anggap FPI Tidak Ada, Begini Penjelasan Mahfud Md

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar