logo


Apple Diminta Segera Hapus Aplikasi Telegram dari App Store. Mengapa?

Sebuah kelompok asal AS mendesak Apple untuk menghapus Telegram dari App Store karena dinilai menyebarkan ujaran kebencian dan kekerasan.

19 Januari 2021 13:30 WIB

Ilustrasi - internet
Ilustrasi - internet

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sebuah kelompok non-profit asal Washington, the Coalition for a Safer Web, meminta Apple untuk menghapus aplikasi perpesanan Telegram dari App Store. Permintaan tersebut mereka tuangkan dalam bentuk gugatan yang dikirimkan kepada pengadilan tinggi Federal AS pada Minggu (17/1).

Dalam gugatan tersebut, mereka menilai aplikasi Telegram tidak melakukan tindakan terhadap ujaran ekstrimis dan kekerasan menyusul terjadinya insiden penyerangan Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 lalu oleh ratusan pendukung Donald Trump.

Marc Ginsberg, pemimpin kelompok tersebut yang juga merupakan mantan Dubes AS untuk Maroko, mengatakan bahwa tindakan Telegram tersebut sudah melanggar syarat ketentuan yang sudah diberlakukan Apple dalam App Store-nya.


Donald Trump Lengser, Huawei Bisa Ikut Lelang Tender Jaringan 5G di Brazil

"Telegram dengan sendirinya menjadi penyebarluas (ujaran kebencian), bahkan (lebih parah) jika dibanding dengan Parler," kata Ginsberg dalam sebuah wawancara dikutip Washington Post.

Baik pihak Apple maupun Telegram sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mereka terkait gugatan tersebut.

Seperti diketahui, Telegram merupakan aplikasi perpesanan dan media sosial hasil buatan Pavel Durov, seorang pebisnis internet asal Rusia, dan memiliki kantor pusat di Dubai.

Durov sendiri sebelumnya juga sudah bertikai dengan pemerintah Rusia terkait enkripsi atau tingkat kerahasiaan data pecakapan aplikasi tersebut.

 

Penjualan Smartphone Global 2020 Turun, Hanya Apple dan Xiaomi yang Naik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia