logo


Aksi Blusukan Risma di DKI Dinilai Kontraproduktif, Pengamat: Anies Merasa Tersinggung

Anies Baswedan diduga tersinggung dengan sikap Risma yang tak melakukan koordinasi saat turun ke bawah.

18 Januari 2021 18:49 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan berbagai gebrakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memiliki efek dua sisi.

Di satu sisi melahirkan efek positif karena langkah yang diambil sangat tepat. Sisi negatifnya, aksi Risma dipandang sebuah langkah pencitraan, demi elektabilitas.

“Saya kira blusukan itu memang gaya dia. Namun, di DKI Jakarta sepertinya menjadi kontraproduktif,” kata Ujang, seperti dikutip dari jpnn.com, Senin (18/1).


Kritik Atap Rumah Warna-warni di Flyover Tapal Kuda, Ferdinand: Jakarta Tak Seharusnya Begini

Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia itu menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersinggung dengan sikap Risma yang tak melakukan koordinasi saat turun ke bawah.

“Akibatnya, Anies saya kira merasa tersinggung, lalu kemudian muncul saling bully di media sosial antara yang mendukung Risma dengan yang mendukung Anies,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ujang memandang langkah Risma turun ke bawah menyapa tuna wisma mendapat sambutan baik oleh masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Sedangkan untuk kalangan menengah ke atas, aksi Risma hanya dinilai sebagai pencitraan demi Pilgub DKI Jakarta 2022 maupun Pilpres 2024.

“Pilkada DKI maupun Pilpres 2024 memang masih jauh, tetapi masyarakat tentu punya pandangan sendiri tentang apakah gebrakan yang dilakukan seseorang itu sebagai pencitraan, atau benar-benar bekerja. Tidak bisa dipaksakan, karena yang namanya penilaian tergantung masing-masing orang untuk menilai,” tuntasnya.

Jam Malam PSBB, Dewi Tanjung: Virus Corona Udah Kayak PSK Aja

Halaman: 
Penulis : Iskandar