logo


WHO Sebut Pasien Zero Covid-19 Kemungkinan Akan Tetap Jadi Misteri

WHO mengatakan bahwa identitas orang yang pertama kali terinfeksi Covid-19 kemungkinan besar tidak akan terungkap

17 Januari 2021 09:00 WIB

Pasar Satwa di Kota Wuhan
Pasar Satwa di Kota Wuhan south china morning post

JENEWA, JITUNEWS.COM - WHO mengatakan bahwa identitas orang yang pertama kali terinfeksi Covid-19 atau "pasien zero" kemungkinan besar akan tetap menjadi misteri, dan meminta negara-negara untuk meningkatkan kerja sama terkait sharing informasi sebagai upaya menghentikan wabah Covid-19.

"Kami perlu berhati-hati mengenai penggunaan istilah "pasien zero" yang banyak orang mengindikasikannya sebagai kasus pertama. Kita kemungkinan tidak akan pernah berhasil menemukan siapa pasien zero tersebut," kata salah satu pejabat WHO, Maria Van Kerkhove dalam sebuah konferensi pers dikutip RT.com.

WHO sendiri saat ini sudah mengirimkan sebuah tim penelitian yang terdiri dari sepuluh orang pakar untuk mengungkap asal usul virus Covid-19 di Wuhan, China. Seperti diketahui, kasus Covid-19 dilaporkan pertama kali muncul di kota tersebut pada akhir tahun 2019 lalu.


Insiden Kerusuhan Gedung Capitol AS Libatkan Orang Dalam, DPR AS: Akan Diselidiki

Meskipun China telah berhasil menekan laju peningkatan kasus Covid-19 setelah memberlakukan lockdown secara ketat selama dua bulan pada awal tahap pandemi, namun jumlah kasus kembali meningkat akhir-akhir ini. Pada Jumat (15/1), China melaporkan 130 kasus infeksi baru.

Peningkatan jumlah kasus juga terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia belakangan ini diyakini akibat dari munculnya virus Covid-19 varian baru di Inggris dan Afrika Selatan, yang lebih menular dari sebelumnya, pada Desember 2020 lalu.

"Kita sedang berlomba dengan virus yang akan terus bermutasi untuk menyebar lebih mudah dan umat manusia harus berupaya menghentikan penyebarannya," kata Profesor Didier Houssin, kepala Komite Situasi Darurat WHO.

Jepang Bakal Jatuhkan Denda dan Hukuman Penjara bagi Pelanggar Aturan Pembatasan Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia