logo


Jepang Bakal Jatuhkan Denda dan Hukuman Penjara bagi Pelanggar Aturan Pembatasan Covid-19

Otoritas Jepang berencana menjatuhkan sanksi denda dan kurungan penjara bagi mereka yang tidak bersedia bekerja sama dengan pemerintah terkait upaya pelacakan kontak dan pasien Covid-19 yang menolak dirawat di rumah sakit

17 Januari 2021 08:30 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

TOKYO, JITUNEWS.COM - Otoritas Tokyo dikabarkan tengah mempersiapkan adanya sanksi denda dan kurungan penjara bagi mereka yang terbukti positif Covid-19 yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah dengan menolak untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Langkah tersebut terpaksa diambil menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus infeksi Covid-19 yang signifikan.

Dilansir dari RT.com, sanksi baru tersebut sudah dibahas dalam sebuah pertemuan antara Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kemensos Jepang pada Jumat (15/1), dan dimasukkan ke dalam sebuah paket amandemen kebijakan yang akan diserahkan kepada pihak parlemen pada pekan depan untuk mendapatkan persetujuan.

Dibawah aturan baru tersebut, pasien Covid-19 yang menolak untuk dirawat di rumah sakit akan dijatuhi sanksi denda maksimal 1 juta yen atau kurungan penjara maksimal satu tahun. Sementara itu, bagi yang menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah terkait upaya pelacakan kontak akan mendapatkan sanksi serupa dengan besaran denda maksimal 500 ribu yen dan kurungan penjara maksimal 6 bulan.


Konflik Tigray, Uni Eropa Bekukan Dana Bantuan untuk Ethiopia

Meskipun aturan baru tersebut sudah mendapat persetujuan dari banyak pakar kesehatan Jepang, namun media Jepang melaporkan bahwa sejumlah pihak masih meragukan efektivitas sanksi tersebut.

Sejauh ini, negara dengan jumlah penduduk sekitar 126 juta jiwa tersebut sudah melaporkan 300 ribu kasus Covid-19 dengan 4.000 kematian. Jumlah kasus Covid-19 di Jepang meningkat tajam pada awal Januari ini menyusul ditemukannya sejumlah kasus infeksi Covid-19 varian baru yang memaksa pemerintah Jepang memberlakukan kembali status darurat nasional untuk sejumlah wilayah, termasuk Tokyo.

 

Insiden Kerusuhan Gedung Capitol AS Libatkan Orang Dalam, DPR AS: Akan Diselidiki

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia