logo


BPOM Sebut Vaksinasi Dihentikan Jika Ada Efek Serius

Penny meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin

16 Januari 2021 16:45 WIB

Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 bisa dihentikan apabila vaksin menimbulkan efek serius atau kematian.

"Apabila ada indikasi bahwa memang serious adverse event-nya itu, jadi efeknya yang serius misalnya penyakit atau kematian ada kaitannya dengan produk barulah Badan POM mengambil langkah-langkah untuk mencari dan investigasi kausalitasnya," ujar Penny dalam webinar, Sabtu (16/1).

"Dan apabila dibutuhkan, vaksinasi dihentikan terlebih dahulu," lanjutnya.


Somasi Wamenkumham Soal Pidana Penolak Vaksin, Eggi Sudjana: Jika Tidak Minta Maaf Kami Laporkan Polisi

Namun, Penny tidak menjelaskan siapa pihak yang akan bertanggungjawab apabula vaksin menimbulkan efek serius. Penny mengatakan bahwa vaksin Sinovac aman berdasarkan data uji pada hewan dan manusia. Ia menyebut efek samping vaksin Sinovac bersifat ringan, seperti nyeri, iritasi, pembengkakan, dan kemerahan.

Penny meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin.

"Walaupun sudah divaksin juga kita harus tetap memakai masker dan menegakkan protokol kesehatan lainnya selama pandemi belum berakhir," ujar Penny.

Tolak Vaksin Harus Ada Ilmunya, Dewi Perssik: Kalau Sekadar Menolak Berarti Teriak Doang

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata