logo


13 Lansia di Norwegia Tewas setelah Alami Gejala Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech

Otoritas kesehatan Norwegia mengatakan bahwa sedikitnya 13 warganya meninggal dunia setelah menerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech.

16 Januari 2021 11:39 WIB

Ilustrasi, vaksin palsu.
Ilustrasi, vaksin palsu. Istimewa

OSLO, JITUNEWS.COM - Otoritas Kesehatan Norwegia mengatakan bahwa sedikitnya 13 orang warganya tewas akibat efek samping vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Semua korban tewas tersebut merupakan kelompok masyarakat yang rentan dan lansia.

Pemerintah Norwegia sendiri sudah memulai program vaksinasi Covid-19 pada 27 Desember 2020 lalu, dimana para lansia termasuk dalam daftar prioritas penerima vaksin. Sejak saat itu, 23 orang di negara tersebut tewas setelah menerima suntikan vaksin.

Menurut laporan media setempat, otoritas kesehatan Norwegia tengah mengevaluasi seluruh kasus kematian akibat vaksin tersebut dimana 13 diantaranya dicurigai karena mengalami gejala efek samping.


Yang Lain Bikin Kendaraan Otonom, Huawei Sudah Mulai Uji Coba Jalan Raya Pintar

"Kami tidak melihat ada sebuah hal yang mengkhawatirkan terkait hal ini. Semua kasus kematian tersebut adalah dari kelompok lansia dan mereka yang rentan karena memiliki penyakit bawaan," kata Dr. Steinar Madsen, direktur otoritas obat-obatan nasional Norwegia, dikutip RT.com

Sebagai perbandingan, Madsen menjelaskan bahwa Norwegia memiliki jumlah populasi lebih dari 5 juta jiwa, dimana sekitar 350 hingga 400 orang lansia yang tinggal di panti jompo yang ada di negara tersebut meninggal dunia setiap pekannya. Madsen sebelumnya juga telah memperkirakan bahwa vaksin Covid-19 tersebut berpotensi menimbulkan bahaya jika diberikan kepada para lansia.

Terlepas dari kematian tersebut, otoritas juga melaporkan bahwa setidaknya ada 29 orang penerima vaksin Covid-19 yang mengalami gejala efek samping, sembilan diantaranya bahkan sangat serius. Semua vaksin Covid-19 terkadang menyebabkan reaksi efek samping, seperti demam dan mual.

Uni Eropa Minta Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Mutlak bagi Travellers

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia