logo


Yang Lain Bikin Kendaraan Otonom, Huawei Sudah Mulai Uji Coba Jalan Raya Pintar

Huawei dikabarkan sudah memulai tahap uji coba jalan raya pintar atau smart road sepanjang 4 kilometer di China. Berikut ulasannya.

16 Januari 2021 10:34 WIB

Huawei
Huawei Metro

BEIJING, JITUNEWS.COM - Saat mayoritas perusahaan teknologi sedang mempersiapkan diri berlomba dalam produksi kendaraan listrik ataupun kendaran otonom, lagi-lagi Huawei berada satu langkah di depan. Raksasa teknologi Tiongkok tersebut dikabarkan tengah mematangkan rencananya untuk membangun "jalan raya pintar" atau smart road.

Perusahaan yang selama ini mendapat tekanan luar biasa dari pemerintah AS tersebut sedang melakukan uji coba jalan raya pintar sepanjang 4 kilometer di kota Wuxi, China yang memungkinkan kendaraan bus otonom secara otomatis berhenti, menghindari rintangan, dan berakselerasi dengan memanfaatkan informasi mengenai kondisi dan situasi sekitar.

Sejumlah sensor, kamera, dan radar bahkan ditanam di jalur jalan raya, lampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu yang ada untuk mengirimkan informasi mengenai situasi dan kondisi kepada jaringan yang akan diteruskan ke sensor yang sudah ditanam di dalam bus otonom tersebut.


Turki Tak Akan Minta Ijin kepada AS terkait Pengiriman Kedua Sistem Pertahanan Buatan Rusia

Kendaraan bus otonom dengan nama kode X-Bus tersebut bahkan juga dapat mengirimkan permintaan kepada sistem, seperti meminta lampu lalu lintas menyala hijau untuk memberikan jalan kepada mereka jika mengalami keterlambatan.

"Kendaraan otonom adalah tren yang tidak bisa ditolak, tapi kendaraan yang terisolasi jelas tidak akan dapat beroperasi (dengan efektif). Satu-satunya solusi adalah untuk mendapatkan lebih banyak informasi terkait (kondisi) jalan/jalur," kata Jiang Wangcheng, kepala bagian IoT Solution Huawei, dikutip Sputniknews.

China sendiri merupakan pasar mobil terbesar dunia yang saat ini tengah gencar meng-kampanyekan kendaraan lsitrik sesuai dengan tekad pemerintah dalam hal pengurangan emisi gas karbon. Pemerintah China sendiri tentu saja memberikan dukungan mereka kepada perusahaan-perusahaan seperti Huawei untuk menciptakan teknologi yang diperlukan untuk menunjang hal tersebut.

Jerman Bersedia Bahas Isu Nord Stream 2 dengan AS setelah Donald Trump Lengser

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia