logo


PPP: Sudahi Polemik Vaksin Covid-19

Dengan diterbitkannya izin edar darurat Vaksin oleh BPOM, dan fatwa halal oleh MUI, seharusnya semua pihak segera beradaptasi dan bisa menghentikan perdebatan soal Vaksin.

15 Januari 2021 19:00 WIB

Israel sudah memulai program vaksinasi Covid-19
Israel sudah memulai program vaksinasi Covid-19 Russia Today

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Program Vaksin Covid-19 di Indonesia secara resmi telah dimulai sejak Presiden menjalani suntik Vaksin perdana di Istana tanggal 13/1/2021. Namun kontroversi dan perdebatan mengenai Vaksin dan penggunaannya ternyata masih terus bergulir, bahkan makin kencang.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. Anas Thahir mengatakan keadaan itu justru akan membuat situasi semakin bising dan tidak menguntungkan bagi Indonesia agar bisa lebih cepat keluar dari situasi pandemi Covid-19

Dia menyebut dengan diterbitkannya izin edar darurat Vaksin oleh BPOM dan fatwa halal oleh MUI, seharusnya semua pihak segera beradaptasi dan bisa menghentikan perdebatan soal Vaksin.


Felly Estelita Runtuwene: Tidak Semua Anggota DPR Menolak Divaksin Covid-19

“Baik itu yang menyangkut aspek keamanan, kehalalan, resiko pemakaian maupun evikasi Vaksin yang digunakan. Sebab semua materi perdebatan yang selama ini terjadi sesungguhnya sudah dijawab tegas oleh MUI dan BPOM,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

“Jika ternyata terjadi kekeliruan di lapangan, pasti kedua lembaga itu akan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Politisi PPP ini menyebut dari fakta hasil survei Populi Center, masih ada 40 persen lebih masyarakat yang menolak untuk di Vaksin. Baik karena faktor ketidakpercayaan terhadap hasiat dan efek samping, maupun karena alasan lain.

Menurutnya hal itu merupakan PR yang harus segera teratasi. Seluruh energi dan pikiran sudah saatnya diarahkan untuk bersama-sama ikut mendorong agar program Vaksinasi secara Nasional bisa berjalan lancar dan diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia agar wabah bisa semakin cepat teratasi.

Pemerintah juga harus lebih menggalakkan lagi program sosialisasi Vaksin ini secara massif dengan pendekatan persuasif, kemanusiaan, edukatif dan tetap memperhatikan hak asasi setiap warga.

“Tidak boleh lagi menggunakan cara-cara ancaman apalagi intimidasi yang hanya akan menimbulkan ketakutan dan ketegangan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pimpinan DPR Minta Raffi Ahmad Jaga Amanah Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar