logo


Pendukung Trump yang Bikin Onar di Gedung Capitol Didanai oleh Seseorang dari Perancis

Chainalysis mengatakan bahwa pihaknya mengungkap ada aliran dana yang dikirim dalam bentuk Bitcoin dari seseorang di Perancis kepada kelompok aktivis sayap kanan yang terlibat dalam insiden kerusuhan di Gedung Capitol, Rabu (6/1)

15 Januari 2021 18:46 WIB

Para pendukung Donald Trump yang menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1)
Para pendukung Donald Trump yang menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1) istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Lembaga analisa Chainalysis mengatakan bahwa kelompok dan sejumlah orang yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol pada Rabu (6/1) telah menerima aliran dana lebih dari setengah juta dolar AS dalam bentuk Bitcoin dari pendonor asal Perancis pada 8 Desember 2020 lalu.

"Pada 8 Desember 2020, seseorang donor mengirimkan 28,15 BTC (Bitcoin) - dengan nilai diperkirakan mencapai USD 522 ribu pada saat transfer - kepada 22 penerima dalam satu transaksi. Banyak dari pihak penerima tersebut merupakan bagian dari aktivis sayap kanan," kata Chainalysis dalam postingan blog mereka pada Kamis petang.

Chainalysis menyebut Nick Fuentes, seorang aktivis sayap kanan yang tertangkap kamera tengah berada di luar Gedung Capitol saat insiden kerusuhan terjadi, sebagai salah satu pihak penerima dana tersebut. Ia bahkan menerima bagian terbesar.


Suka atau Tidak, Bukan AS yang Kuasai Perekonomian Dunia

Menurut Chainalysis, pihak pendonor adalah seorang programer komputer Perancis yang baru saja meninggal dunia.

"Kami juga telah mengumpulkan sejumlah bukti kuat yang menunjukkan bahwa pendonornya adalah seorang programmer komputer di Perancis," tambahnya.

Korban tewas dalam insiden kerusuhan di pusat pemerintahan AS tersebut sedikitnya berjumlah lima orang. Kerusuhan dilakukan oleh ratusan massa pendukung Trump yang mencoba menggagalkan pihak Kongres secara resmi mengumumkan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS.

Pasca insiden tersebut, Otoritas menerjunkan ribuan personil militer AS untuk membantu kepolisian dalam mengamankan Washington DC guna mengantisipasi gangguan keamanan menjelang upacara pelantikan Joe Biden 20 Januari mendatang.

Perusahaan Eropa yang Terlibat Proyek Nord Stream 2 Terancam Sanksi dari AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia