logo


Mau Tahu Cara Tidur Lumba-Lumba? Ini Dia Penjelasannya..

Saat tidur, hanya setengah otak mereka yang beristirahat sedangkan setengah lainnya tetap aktif

24 April 2015 09:05 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Lumba-lumba, pasti semuanya sudah familiar dengan hewan air pintar ini kan? Yah, lumba-lumba merupakan mamalia air yang dikenal memiliki kemampuan melompat akrobatik. Lumba-lumba terlatih bisa sangat menghibur dan sering tampil dalam sirkus, acara TV, dan film.

Tak seperti ikan lainnya, lumba-lumba bernapas menggunakan paru-paru dan menghirup udara melalui lubang sembur yang berada di atas kepala. Lubang sembur ini tertutup oleh semacam klep saat lumba-lumba menyelam dan terbuka saat kepalanya muncul ke permukaan untuk menghirup dan menghembuskan udara. Manusia diketahui bernapas tanpa sadar (refleks), tapi lumba-lumba harus bernapas secara sadar dan mesti memutuskan kapan harus bernapas. Itu sebab, lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak dalam kondisi tidak sadar seperti manusia karena mereka akan kehabisan napas.

Namun, lumba-lumba mampu mengatasi masalah ini dengan cara unik. Saat tidur, hanya setengah otak mereka yang beristirahat sedangkan setengah lainnya tetap aktif. Kebanyakan ikan akan mengurangi aktivitas dan metabolisme saat beristirahat. Tapi mereka tetap waspada terhadap predator. Kebanyakan ikan tidak memiliki kelopak mata, sehingga mata tetap terbuka selama periode istirahat agar tetap waspada. Tapi jika lumba-lumba tidur seperti ini dan tidak naik ke permukaan untuk bernafas, mereka akan mati lemas akibat kehabisan napas.


Wilayah Asia Masih Jadi Daya Tarik Ekspor Perikanan Bitung

Jadi, bagaimana lumba-lumba bisa tidur tanpa tenggelam? Seperti semua ikan lainnya, lumba-lumba juga butuh istirahat. Dengan hanya satu belahan otak yang beristirahat pada suatu waktu, lumba-lumba bisa tidur dengan satu mata tetap terbuka. Belahan otak yang bekerja (tidak beristirahat) bertugas memantau lingkungan sekitar dan mengontrol fungsi pernapasan.

Jenis tidur ini disebut ‘unihemispheric sleep’ dengan mata pada sisi berlawanan dari setengah otak yang tertidur tetap terbuka. Melalui electroencephalogram (EEG) otak lumba-lumba, peneliti menemukan salah satu dari dua belahan otak tetap terjaga, sementara belahan yang lain masuk ke dalam keadaan tidur nyenyak. Lumba-lumba tidur cukup dekat dengan kondisi tidak sadar, tetapi pada saat yang sama, mereka memiliki kewaspadaan terhadap lingkungan untuk mampu bangun sepenuhnya jika diperlukan. Jenis tidur seperti ini membantu mereka muncul ke permukaan untuk bernapas, dan juga untuk mengawasi kemungkinan adanya predator dan ancaman. Ini mungkin seperti kondisi setengah sadar yang kita alami saat bermeditasi atau saat kita mulai tertidur.

Menyoal waktu tidurnya sendiri, lumba-lumba tidak tidur pada waktu tertentu seperti manusia. Mereka tidur kapan saja saat situasi dirasa aman. Lumba-lumba biasanya tidur bersama-sama secara berkelompok. Saat sedang tidur, lumba-lumba lebih memilih untuk tetap dekat dengan permukaan laut sehingga bisa mengambil udara dengan mudah. Kadang, lumba-lumba juga beristirahat di permukaan dengan lubang sembur berada di atas permukaan air. Ini adalah alasan mengapa mereka kadang-kadang terlihat tidak bergerak atau berenang perlahan-lahan di sepanjang permukaan dengan sangat sedikit gerakan.

Para peneliti mengamati lumba-lumba bisa berada dalam keadaan tidur ‘unihemispheric’ selama kurang lebih delapan jam sehari. Tapi ini tidak berlaku untuk setiap spesies lumba-lumba. Lumba-lumba sungai Indus menunjukkan pola tidur yang sama sekali berbeda. Lumba-lumba ini harus menghadapi arus air yang kuat dan puing-puing berbahaya yang mengambang. Untuk menghindari cedera serius, lumba-lumba sungai Indus harus berenang terus menerus. Akibatnya, satu sesi tidur mereka sangat singkat, berlangsung antara 4 dan 60 detik.

Kebanyakan lumba-lumba sebenarnya juga tidur dalam periode yang singkat namun dalam banyak sesi, sehingga total terkumpul sekitar 8 jam sehari. Pembacaan electroencephalogram (EEG) menunjukkan lumba-lumba hidung botol menghabiskan rata-rata 33,4% waktu dalam sehari untuk tidur. Namun jika diperlukan, lumba-lumba dapat mempertahankan kewaspadaan (tetap terjaga) selama setidaknya lima hari tanpa mengalami tanda-tanda fisik kurang tidur. (berbagai sumber)

Tiga Langkah Strategis dalam Inovasi Budidaya Perikanan

Halaman: 
Penulis : Riana