logo


Tak Setuju Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan, Epidemiolog: Ini Contoh Kita Tak Konsisten Kendalikan Pandemi

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai bahwa kemunculan sertifikat vaksin bisa bertolak belakang dengan upaya pengendalian pandemi covid-19

15 Januari 2021 16:41 WIB

Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kesehatan, Budi Ganidi Sadikin mengatakan bahwa sertifikat vaksin Covid-19 dapat menjadi pengganti surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR maupun rapid test antigen yang digunakan sebagai salah satu syarat bepergian.

Menanggapi hal tersebut, epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengaku tidak setuju dengan penggunaan sertifikat vaksin sebagai syarat perjalanan. Menurutnya, kemunculan sertifikat vaksin bisa bertolak belakang dengan upaya pengendalian pandemi covid-19. Adanya sertifikat vaksin untuk syarat perjalanan justru membuat kasus Covid-19 akan semakin meningkat.

"Ini adalah contoh kita tidak konsisten dalam mengendalikan pandemi, sertifikat vaksin ini akan mendorong orang melakukan perjalanan, dan ini tidak bisa menggantikan testing-tracing," kata Dicky seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (15/1/2021).


Habib Rizieq Tutupi Positif Covid-19, Politikus PDIP: Membahayakan

Dicky mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini terus melonjak dengan tajam. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya melakukan pembatasan secara ketat.

"Dengan tes positivity rate tinggi, harusnya kita PSBB ketat di kota-kota besar itu, ingat bahwa vaksinasi Covid-19 sekarang tidak bisa mengejar penularan Covid-19 yang tinggi saat ini," ujarnya.

Program Vaksinasi Harus Jadi Momentum Perbaikan Penanganan Covid-19 di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati