logo


Sayonara WhatsApp, Pakar Sebut Masyarakat Sudah Tak Percaya dengan Big Tech

Berpindahnya ratusan juta pengguna WhatsApp ke sejumlah aplikasi perpesanan lain seperti Telegram dan Signal merupakan sebuah momen besar dalam sejarah teknologi media sosial, kata Jeffrey Tucker

15 Januari 2021 16:00 WIB

WhatsApp
WhatsApp nguoiduatin.vn

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para pengguna aplikasi perpesanan WhatsApp saat ini tengah berbondong-bondong beralih menggunakan aplikasi perpesanan lain, khususnya Telegram dan Signal. Hal tersebut terjadi setelah aplikasi milik Facebook tersebut memperbarui kebijakan mereka terkait informasi data pengguna.

Berkat hal tersebut, Telegram dan Sinyal menjadi aplikasi dengan jumlah pengguna baru terbesar.

Jeffrey Tucker, salah satu pakar dari Institut Riset Ekonomi Amerika, meyakini jika hal ini adalah sebuah momen yang sangat besar dalam sejarah teknologi. Menurutnya, setelah 20 tahun, para pengguna layanan digital saat ini mulai menaruh perhatian terhadap informasi data pribadi mereka serta syarat dan ketentuan yang diberikan oleh pihak penyedia layanan.


Hadapi Kebangkitan Ekonomi China, CEO Siemens Sebut Dunia Perlu Tatanan Perdagangan Global Baru

"Mereka (para pengguna) sudah tidak lagi percaya seperti di masa lalu," kata Tucker dikutip RT.com pada Jumat (15/1).

"Sekarang, orang-orang sudah mulai kehilangan kepercayaan dan rasa hormat mereka terhadap perusahaan BigTech," tambahnya.

"Ini jelas merupakan momen besar, sebenarnya, dalam pasar teknologi sosial media," tukasnya.

Seperti diketahui, WhatsApp telah mengatakan bahwa mereka membagikan informasi data pengguna kepada perusahaan induk mereka, Facebook. Meski demikian, mereka menegaskan tidak dapat mengakses isi pesan atau chat pribadi ataupun percakapan pengguna.

Masuk Daftar Hitam AS, Saham Xiaomi Terjun Bebas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia