logo


Masuk Daftar Hitam AS, Saham Xiaomi Terjun Bebas

Nilai saham Xiaomi turun 10,6% dalam pembukaan perdagangan bursa saham Hong Kong pada Jumat (15/1)

15 Januari 2021 15:30 WIB

Logo Xiaomi
Logo Xiaomi Internet

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kabar mengenai dimasukkannya Xiaomi ke dalam daftar hitam pemerintah AS karena diduga memiliki keterikatan dengan pemerintah China. Hal tersebut membuat nilai saham produsen smartphone terbesar ketiga di dunia tersebut anjlok hingga 10,6% pada pembukaan bursa saham Hong Kong pada Jumat (15/1).

Keputusan AS tersebut tentu saja membuat Xiaomi tidak lagi mendapat ijin untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan AS lainnya dan investor Amerika juga dilarang untuk membeli saham perusahaan China tersebut.

“Departemen bertekad untuk melawan strategi pengembangan Militer-Sipil Republik Rakyat China (RRC), yang mendukung tujuan modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dengan memastikan aksesnya kepada kecanggihan teknologi yang diperoleh dan dikembangkan oleh perusahaan, universitas, dan program penelitian yang tampak sebagai entitas sipil China, ”kata Kementerian Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip CNBC.


Tak Semua Orang Mau Jadi Presiden, Anak Perempuan Duterte: Saya Salah Satunya

Xiaomi adalah satu dari banyak perusahaan atau lembaga yang dianggap oleh AS memiliki hubungan dengan militer China. Sebelumnya, Huawei, yang sudah lebih dahulu masuk dalam daftar blacklist AS tersebut harus rela kehilangan lisensi Google dalam smartphone Androidnya, sehingga mereka terpaksa membangun sistem operasi sendiri.

Tentu saja keputusan AS tersebut mendapat bantahan dari pihak Xiaomi.

"Perusahaan menegaskan bahwa kami menyediakan produk dan layanan untuk penggunaan sipil dan komersil. Perusahaan mengkonfirmasi bahwa kami tidak dimiliki, dikendalikan atau berafiliasi dengan militer China," kata Xiaomi.

Hadapi Kebangkitan Ekonomi China, CEO Siemens Sebut Dunia Perlu Tatanan Perdagangan Global Baru

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia