logo


Habib Rizieq Ajak Stop Kegaduhan, PKB: Kesadaran untuk Mengubah Strategi Dakwahnya

Kang Maman menyebut bahwa kepulangan Rizieq diharap membawa nuansa damai.

15 Januari 2021 10:21 WIB

Anggota Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq
Anggota Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Syihab mengajak untuk menghentikan kegaduhan. PKB menilai hal itu perlu direspons positif.

"Kalau itu bentuk kesadaran Habib Rizieq untuk mengubah strategi dakwahnya, yaitu tetap melakukan revolusi akhlak dengan cara yang beretika, tentu suatu yang perlu direspons positif," kata Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq seperti diberitakan Detikcom, Jumat (15/1).

Pria yang akrab disapa Kang Maman itu menyebut bahwa kepulangan Rizieq diharap membawa nuansa damai.


Rizieq Berpesan Bangun Kedamaian, Ferdinand: Selama Ini yang Bikin Kegaduhan Siapa?

"Karena sesungguhnya dari awal kita berharap saat ia pulang dari Mekkah, ia akan menjadi figur yang lebih membawa nuansa damai, toleran, dan tetap tegas unutk melakukan amar ma'ruf nahi mungkar, sekali lagi kita berharap kesadaran itu adalah kesadaran yang akan menggugah siapa pun," ujarnya.

Kang Maman mengatakan bahwa demokrasi harus diisi dengan sesuatu yang substansional bukan kegaduhan.

"Demokrasi ini harus diisi dengan sesuatu yang substansional, bukan kegaduhan, bukan keonaran, bukan kekerasan, bukan juga sesuatu yang membuat orang lain merasa ketakutan. Kita harus memuat rasa damai, tenteram, dan juga lebih maju dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara, stop intoleransi, stop radikalisme, dan kita menuju bangsa yang lebih maju," ujarnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq berpesan untuk menghentikan kegaduhan. Tersangka kasus penghasutan dan kerumunan itu berkomitmen revolusi akhlak.

"Alhamdulillah, santai saja. Setop kegaduhan, bangun kedamaian. Saya tetap komitmen revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak. Revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak," ujar Rizieq.

Habib Rizieq Tak Ngaku Positif Covid-19, Kuasa Hukum Beri Penjelasan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata