logo


Bakal Hentikan Vaksinasi Bila Ditemukan Indikasi Buruk, BPOM: Tapi Seharusnya Tidak Terjadi

Penny mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi apabila ditemukan indikasi buruk.

14 Januari 2021 21:33 WIB

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan. dok. Badan POM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan proses vaksinasi Covid-19 apabila ditemukan efek samping yang buruk.

"Dari pertimbangan kami berdasarkan data keamanan yang ada di fase 1,2, 3 tiga bulan ini, seharusnya tidak ada yang terjadi worst case situation, tapi worst case situation apabila ada, nanti akan dicermati lagi," kata Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Penny mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi apabila ditemukan indikasi buruk.


Tak Setuju Penolak Vaksin Covid-19 Didenda, dr Tirta: Rakyat Semakin Antipati, Kok Dipaksa-paksa

"Dan apa yang akan dilakukan pemerintah, dalam hal ini BPOM akan bertanggung jawab dikaitkan dengan proses produknya, nanti akan ada investigasi. Apakah ya efek samping tersebut ada indikasi dengan vaksinnya nanti akan ada investigasi kausalitas. Nah dalam proses investigasi tersebut vaksinasi dihentikan dulu apabila ada indikasi," ujarnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin Covid-19 buatan China Sinovac pada Rabu (13/1/2021). Sejumlah tokoh dan publik figur juga telah melakukan penyuntikan. Kemudian akan dilanjutkan oleh tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia. Meski sudah ada vaksin Covid-19, Jokowi selalu berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Disuntik Vaksin Corona, Ariel NOAH Janji Akan Update Kondisinya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati