logo


Alexey Navalny Kemungkinan Bisa Dipenjara Tiga Setengah Tahun jika Ia Nekat Pulang ke Rusia

Kuasa hukum Navalny menjelaskan bahwa kliennya tersebut saat ini tengah menjadi buronan pemerintah Rusia

14 Januari 2021 20:30 WIB

Alexey Navalny (tengah)
Alexey Navalny (tengah) the Guardian

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Salah satu kuasa hukum tokoh oposisi Rusia Alexey Navalny mengatakan bahwa kliennya tersebut saat ini merupakan buronan Rusia karena diduga melanggar penangguhan hukuman penjara dan bisa menghadapi hukuman pidana tiga setengah tahun jika dirinya nekat kembali ke Rusia pada akhir pekan ini.

Pada Rabu (13/1), Navalny mengumumkan bahwa dirinya akan kembali ke Moskow pada Minggu (17/1) setelah lima bulan berada di Berlin, Jerman usai mendapat perawatan pada Agustus lalu. Navalny yang sempat berada dalam kondisi koma setelah dirinya diracun dengan senyawa Novichok, menuding pemerintahan Rusia berupaya membunuhnya.

Yadim Kobzev, salah satu kuasa hukum Navalny, mengatakan bahwa kliennya menjadi buronan Rusia karena melanggar aturan wajib lapor pada akhir tahun lalu terkait dengan adanya penangguhan hukuman atas tindakan penggelapan yang ia lakukan.


Pandemi dan Tekanan Luar Negeri Gagal Redam Kenaikan Ekspor China di Tahun 2020

Di sisi lain, Navalny mengatakan bahwa kasus tersebut hanya dibuat-buat oleh pemerintah RUsia dimana saat itu dirinya tengah berada di Jerman untuk mendapatkan perawatan sehingga tidak dapat melapor kepada pihak Rusia.

"Secara teori, mereka dapat memenjarakan dirinya (Navalny) setelah ia tiba (di Rusia)," kata Kobzev kepada Reuters.

Leonid Volkov, sekutu Navalny, mengatakan bahwa Navalny akan menjadi tahanan politik paling terkenal di dunia jika dia dipenjara, menyamakannya dengan Nelson Mandela, dan mengatakan dia akan menjadi simbol perlawanan terhadap Kremlin.

Sementara itu, Leonid Volkov, salah satu rekan Navalny, mengatakan bahwa Navalny akan menjadi tahanan politik paling terkenal di dunia jika dia akhirnya dipenjara dan akan menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan Vladimir Putin.

Bank HSBC Inggris Ancam Blokir Akun Nasabah yang Tak Patuhi Aturan Penggunaan Masker

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia