logo


Terpengaruh Kepentingan Politik, Pakar Kesehatan Minta WHO Reformasi

Dua pakar kesehatan asal Inggris dan Swedia mengatakan bahwa WHO perlu melakukan reformasi dan restrukturisasi agar terbebas dari kepentingan politik

14 Januari 2021 15:30 WIB

Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pakar kesehatan pada Rabu (13/1) mengatakan bahwa peran Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam kebangkitan pandemi COvid-19 harus dikaji ulang dan perlu adanya reformasi untuk membebaskan organisasi tersebut dari kepentingan politik.

Dalam sebuah konferensi yang digelar secara online oleh Reuters, dua pakar penyakit menular asal Inggris dan Swedia mengatakan bahwa organisasi yang berada di bawah PBB tersebut telah menghadapi sejumlah kesulitan dalam memimpin upaya merespon pandemi Covid-19 secara global.

"Kita perlu merefleksi bagaimana arsitektur global dapat ditingkatkan," kata pakar penyakit menular Inggris Neil Ferguson.


Militer Iran Diminta Tembak Semua Pesawat Militer AS yang Masuk Wilayah Udaranya

"Termasuk memikirkan kembali tata kelola organisasi semacam WHO," tambahnya.

"Salah satu tantangan yang dihadapi oleh WHO adalah untuk menjadi benar-benar independen. Terlebih, (organisasi) ini terpengaruh oleh (kepentingan politik) sejumlah negara besar....sehingga terkadang menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam situasi seperti tahun lalu," lanjutnya.

Banyak negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa, telah meminta WHO untuk melakukan reformasi atau restrukturisasi menyusul banyaknya kritikan yang dihadapi oleh organisasi tersebut dalam upaya merespon situasi pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, WHO sudah terguncang oleh keputusan AS yang menghentikan pendanaan mereka karena menuding WHO terlalu "China-sentris" pada tahap awal pandemi. AS juga menuduh China sengaja menyembunyikan informasi terkait virus tersebut sehingga menyebar ke seluruh dunia.

Tuduhan pemerintah Amerika Serikat tersebut tentu saja dibantah oleh WHO dan China.

"Krisis ini, jika dibanding dengan sejumlah krisis lainnya yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, telah lebih banyak dipolitisasi," kata pakar kesehatan Swedia Anders Tegnelli.

"Hal tersebut membuat peran WHO semakin sulit," tandasnya.

Kebijakan Lockdown Berhasil Tekan Peningkatan Kasus Covid-19 di Inggris

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia