logo


Kebijakan Lockdown Berhasil Tekan Peningkatan Kasus Covid-19 di Inggris

PM Inggris mengatakan bahwa aturan lockdown yang diberlakukan secara ketat pada pertengahan Desember lalu berhasil menekan laju penyebaran virus Covid-19 di Inggris

14 Januari 2021 15:00 WIB

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson NPR

LONDON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa kebijakan lockdown yang telah diperketat di Inggris berjalan dengan baik dan berhasil menekan jumlah penyebaran Covid-19, seiring dengan menurunnya tingkat okupansi ruang perawatan di seluruh wilayah Inggris.

"Apa yang kita lihat saat ini, dan sangat penting untuk ditekankan bahwa pada hari-hari pertama (tahun ini), kita dapat melihat awal dari tanda-tanda bahwa kebijakan lockdown mulai berdampak (positif) di seluruh wilayah Inggris," kata Johnson pada Rabu (13/1) dikutip Sputniknews.

Meski demikian, ia tetap meminta warga masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar yang tengah diberlakukan.


Inggris Harus Waspadai Peran China dalam Sektor Infrastruktur

otoritas kesehatan Inggris pada Rabu (13/1) melaporkan bahwa tingkat okupansi ruang perawatan pasien Covid-19 di London dan wilayah tenggara Inggris telah menurun.

Salah satu tokoh oposisi, Keir Starmer, meminta agar aturan pembatasan sosial terus diperketat menyusul tingkat kematian akibat infeksi Covid-19 masih tinggi.

"Saat tingkat kematian lebih tinggi dibanding pada Maret lalu, mengapa pembatasan harus dilonggarkan?" kata Starmer.

Permintaan tersebut ditolak karena Boris Johnson menilai aturan lockdown yang diperketat akan berdampak buruk terhadap kesehatan mental warga masyarakat Inggris.

Inggris sejauh ini sudah melaporkan lebih dari tiga juta kasus Covid-19 dengan 83 ribu kematian sejak awal tahap pandemi.

Militer Iran Diminta Tembak Semua Pesawat Militer AS yang Masuk Wilayah Udaranya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia