logo


Militer Iran Diminta Tembak Semua Pesawat Militer AS yang Masuk Wilayah Udaranya

Para akademisi Iran mendesak Angkatan Udara IRGC untuk menembak jatuh semua pesawat militer AS yang melanggar batas wilayah Iran

14 Januari 2021 14:30 WIB

pesawat pembom AS B-52
pesawat pembom AS B-52 istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pada akhir Desember 2020 lalu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memberikan sinyal jika pihaknya siap untuk mempertahankan "keamanan dan kepentingan vital" mereka ditengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di wilayah perbatasan Iran.

Ia juga menyebut AS terlalu banyak membuang sumber daya dengan mengirimkan pesawat pembom B-52 ke kawasan tersebut, dibanding dengan fokus pada pertempuran melawan Covid-19.

Dilansir dari Sputniknews pada Kamis (14/1), media Iran, FARS, melaporkan bahwa ratusan akademisi mereka telah meminta Angkatan Udara pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menembak jatuh atau menghancurkan semua pesawat militer AS, khususnya pesawat pembom B-52, jika mereka berani memasuki wilayah udara Iran.


Muncul Varian Baru, WHO Prediksi Pandemi Covid-19 di Tahun Ini Lebih Sulit dari Tahun Lalu

Permintaan tersebut mereka sampaikan dalam sebuah surat yang ditanda-tangani oleh ratusan profesor dari sejumlah universitas Iran, dan ditujukan kepada Komandan Angkatan Udara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.

"Para akademisi menunjuk pada kekuatan kosong Amerika Serikat yang diperbesar oleh media Barat, Zionis, dan Arab, dan meminta Jenderal Hajizadeh untuk menghancurkan citra yang tidak nyata dan dibuat-buat tersebut", demikian salah satu isi surat tersebut seperti dikutip oleh FARS.

Sebelumnya, pada pekan lalu pihak militer AS mengirimkan dua pesawat pembom mereka, B-52, ke wilayah Timur Tengah untuk menunjukkan kekuatan tempur AS sekaligus memperlihatkan kesiapan AS dalam menghadapi potensi serangan balas dendam Iran atas kematian Qasem Solemani pada Januari 2020 lalu.

Inggris Harus Waspadai Peran China dalam Sektor Infrastruktur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia