logo


Tak Takut Jadi Target Serangan Pemerintah Rusia, Navalny Segera Pulang ke Moskow

Alexey Navalny selama ini menuding Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tokoh dibalik upaya pembunuhan terhadap dirinya dengan senyawa racun Novichok

13 Januari 2021 20:00 WIB

Alexey Navalny
Alexey Navalny istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Tokoh oposisi Rusia Alexey Navalny menyatakan bahwa dirinya akan kembali ke Moskow, Rusia, pada Minggu (17/1), atau hampir lima bulan setelah dirinya kolaps dan berada di dalam kondisi koma pada bulan Agustus lalu sehingga terpaksa ia diterbangkan ke Berlin untuk mendapat perawatan intensif. Menurut diagnosa tim dokter Jerman, navalny telah diracun dengan senyawa Novichok.

Dalam postingan Instagramnya, Navalny mengungkapkan bahwa dirinya tetap akan kembali ke Rusia meskipun ia meyakini jika dirinya telah menjadi target serangan pembunuhan yang diinstruksikan oleh Presiden Vladimir Putin.

"Sekarang Putin, yang telah mengeluarkan perintah untuk membunuh saya, berteriak dari dalam bunkernya dan meminta para pelayannya untuk melakukan segala cara sehingga saya tidak kembali (ke Rusia)," tulis Navalny dikutip Russia Today.


China Minta Inggris dan Kanada Segera Cabut Pembatasan Ekspor terhadap Komoditas Asal Xinjiang

Pihak Kremlin sebelumnya sudah membantah tudingan yang dilontarkan oleh navalny tersebut.

"Si pasien (Navalny) jelas mempunyai (sindrom) mania persekusi, dan kami juga dapat dengan jelas menunjukkan manifestasi adanya megalomania tertentu," kata juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov pada bulan lalu.

"Ia bahkan pernah membandingkan dirinya dengan Yesus," tambahnya.

Efektifitas Vaksin Sinovac Hanya 50,4 Persen dalam Uji Coba di Brazil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia