logo


China Minta Inggris dan Kanada Segera Cabut Pembatasan Ekspor terhadap Komoditas Asal Xinjiang

Juru bicara pemerintah China meminta Inggris dan Kanada untuk segera mencabut kebijakan pemblokiran terhadap komoditas ekspor asal wilayah Xinjiang

13 Januari 2021 19:00 WIB

Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian
Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian SCMP

BEIJING, JITUNEWS.COM - China meminta Kanada dan Inggris untuk mencabut pembatasan terhadap perdagangan dengan sejumlah perusahaan yang berasal dari provinsi Xinjiang. Juru bicara pemerintah China Zaho Lijian, pada Rabu (13/1) mengatakan bahwa tudingan terkait tindak pelanggaran HAM serta praktek kerja paksa terhadap muslim Uyghur adalah klaim "palsu".

Sebagaimana diketahui, negara-negara barat selama ini menuding otoritas China telah menindas etnis mulim minoritas di Xinjiang, Uyghur, secara sistematis, dimana hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran HAM. Pada awal Januari 2021 lalu, London dan Ottawa telah memberlakukan kebijakan pembatasan yang bertujuan memutus kerja sama perdagangan antara perusahaan-perusahaan domestik mereka dengan perusahaan asal Xinjiang.

Mereka menuding produk buatan perusahaan asal Xinjiang tersebut adalah hasil kerja paksa yang diberlakukan kepada etnis muslim Uyghur.


Trump Sebut Joe Biden Juga Akan Hadapi Ancaman Pemakzulan di Masa Depan

"China sangat menentang (kebijakan pembatasan) ini, Kanada dan Inggris harus segera mencabut keputusan keliru mereka, berhenti untuk mengintervensi urusan dalam negeri dan membahayakan kepentingan nasional China," kata Zhao dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasional China.

Zhao juga menuding Inggris dan Kanada "menyebarkan kebohongan" mengenai pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Pompeo Tuding Iran Lindungi Al Qaeda, Rusia: Tidak Beralasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia