logo


Dolar Melemah Menjelang Debut Yellen

Dolar diperdagangkan dekat level terendah lebih dari empat bulan terhadap sekeranjang mata uang kuat lainnya p

19 Maret 2014 11:55 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dolar diperdagangkan dekat level terendah lebih dari empat bulan terhadap sekeranjang mata uang kuat lainnya pada Rabu (19/3) karena pasar terlihat waspada menjelang ulasan kebijakan perdana dari Janet Yellen sebagai Gubernur Bank Sentral AS (The Fed).

Sementara itu, terlihat adanya sedikit kelegaan dari pasar global setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk mencaplok wilayah lain dari Ukraina, sehari setelah penduduk Crimea memilih untuk bergabung dengan Rusia.
Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang kuat lainnya, diperdagangkan di 79,382 atau tidak terlalu jauh dari level terendah 4 ½ bulan di 79,268 yang dicapai pada Kamis pekan lalu. Dalam dua tahun terakhir, terdapat level support kuat buat indeks dolar di sekitar 78,60 sampai 79,00.

Dalam pertemuan kebijakan hari ini, The Fed secara luas diperkirakan akan terus mengurangi besaran pembelian obligasi sebesar $ 10 miliar menjadi $ 55 miliar.Para trader memusatkan perhatian mereka pada prospek kebijakan The Fed selanjutnya, di mana sebagian besar trader memperkirakan The Fed akan meyakinkan pasar bahwa kenaikan suku bunga masih sangat jauh, meskipun tingkat pengangguran turun lebih cepat dari perkiraan.

Sebelumnya, The Fed mengatakan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga sampai tingkat pengangguran jatuh setidak-tidaknya ke level 6,5 persen, sebuah level yang diperkirakan akan tercapai pada pertengahan tahun 2015. Namum, tingkat pengangguran AS turun mencapai titik terendah lima tahun di 6,6 persen pada Januari, sebelum naik menjadi 6,7 persen pada Februari.

Oleh karena itu, untuk perdagangan hari ini, pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang kuat lainnya, akan tergantung pada hasil pertemuan kebijakan the Fed dan pernyataan Janet Yellen, setelah pertemuan tersebut.

*) Tonny Soe, praktisi pasar uang global
 

Emas Siap Bukukan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak September

Halaman: 
Penulis :