logo


Kelompok HAM Desak YouTube Blokir Channel Milik Donald Trump

Menurut mereka, Donald Trump memanfaatkan channel YouTube-nya untuk terus menyebarkan informasi palsu terkait tindak kecurangan yang terjadi dalam proses penghitungan suara Pilpres AS, sehingga dirinya kalah dari Joe Biden

13 Januari 2021 14:21 WIB

Getty Images

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah kelompok pembela HAM menegaskan bahwa mereka akan melakukan boikot terhadap YouTube jika platform berbagi video milik Alphabet tersebut tidak menghapus channel Donald Trump.

Jim Steyer, salah satu organiser dalam gerakan "Stop Hate for Profit" yang memiliki 1.000 advertiser yang melakukan boikot terhadap Facebook pada Juli lalu, mengatakan bahwa kelompok tersebut mendesak YouTube untuk menghapus channel milik Trump yang memiliki 2,76 subscriber.

Sementara itu, YouTube pada Selasa (12/1) mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus konten video terbaru yang diupload oleh Donald Trump karena dinilai menghasut tindakan kekerasan sekaligus melanggar aturan kebijakan yang diberlakukan pada platform tersebut.


AS Tengah Hadapi Krisis Keamanan, Kepala Departemen Keamanan Nasionalnya Malah Resign

YouTube mengatakan bahwa tindakan tersebut adalah "serangan pertama" mereka terhadap channel milik Trump dan kemungkinan akan memblokir secara permanen channel tersebut jika mengulanginya sebanyak tiga kali.

Pada pekan lalu, sejumlah platform media sosial terbesar seperti Facebook, Instagram, dan Twitter juga telah memblokir akun milik Donald Trump usai aksi protes pendukung Trump di Gedung Capitol tidak terkendali, bahkan memakan korban jiwa.

Streyer menyebut bahwa Donald Trump telah memanfaatkan channel YouTube-nya untuk terus menyebarkan informasi palsu terkait tindak kecurangan yang terjadi pada proses penghitungan suara Pilpres AS 3 November 2020 lalu.

 

Bagikan Data Pengguna kepada Facebook, WhatsApp: Kami Tetap Tidak Bisa Melihat Isi Pesan Pribadi Anda

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia