logo


Bagikan Data Pengguna kepada Facebook, WhatsApp: Kami Tetap Tidak Bisa Melihat Isi Pesan Pribadi Anda

Manajemen WhatsApp menegaskan bahwa perubahan kebijakan yang mereka berlakukan tidak berarti membuat mereka dan Facebook dapat mengetahui isi pesan atau panggilan yang dilakukan oleh pengguna.

13 Januari 2021 13:30 WIB

WhatsApp
WhatsApp nguoiduatin.vn

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Adam Mosseri, Kepala Instagram sekaligus salah satu petinggi di dalam menejemen Facebook, mengatakan bahwa banyak "misinformasi" yang beredar di masyarakat mengenai kebijakan privasi terbaru yang diberlakukan oleh WhatsApp. Hal tersebut membuat banyak pengguna memutuskan untuk beralih ke sejumlah aplikasi perpesanan lain seperti Telegram dan Sinyal.

"Pembaruan kebijakan sama sekali tidak berdampak terhadap privasi pesan anda dengan rekan atau keluarga," kata Mosseri dikutip CNA.

Dalam pembaruan kebijakan tersebut, WhatsApp membagikan data pengguna kepada perusahaan induk mereka, Facebook, yang dapat menggunakan informasi pengguna tersebut untuk mengatur sasaran iklan yang ditawarkan kepada pengguna.


Setengah Juta Pengguna Twitter AS Eksodus ke Telegram Usai Akun @realDonaldTrump Diblokir

"Kami tetap tidak bisa melihat isi pesan pribadi anda ataupun mendengar percakapan panggilan yang anda lakukan, Facebook pun juga tidak bisa melakukannya," kata pihak WhatsApp dalam sebuah postingan blog mereka.

"Kami juga tidak menyimpan logs perpesanan atau panggilan. Kami tidak bisa melihat lokasi yang anda bagikan, begitu pula dengan Facebook," tambahnya.

WhatsApp menegaskan bahwa data lokasi, bersama dengan isi pesan sudah terenkripsi secara end-to-end.

Dengan munculnya kekhawatiran terkait kebijakan terbaru WhatsApp tersebut, jumlah pengguna baru aplikasi perpesanan Telegram meroket tajam dalam beberapa hari belakangan ini. Hal tersebut diakui oleh Pavel Durov, selaku pemilik Telegram.

Pada Selasa (12/1), Durov mengatakan bahwa setidaknya 25 juta pengguna baru telah bergabung bersama Telegram dalam waktu 72 jam terakhir.

"Orang-orang tidak lagi mau menukar informasi pribadinya untuk mendapatkan layanan gratis," kata Durov.

Meski Vaksinasi Covid-19 Sudah Dimulai, Herd Immunity Tidak Tercapai di Tahun 2021 Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia