logo


AS Tengah Hadapi Krisis Keamanan, Kepala Departemen Keamanan Nasionalnya Malah Resign

Chad Wolf pada Senin (11/1) memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Keamanan Nasional AS

13 Januari 2021 13:00 WIB

Chad Wolf memutuskan untuk mundur dari jabatan Kepala Keamanan Nasional AS pada Senin (11/1)
Chad Wolf memutuskan untuk mundur dari jabatan Kepala Keamanan Nasional AS pada Senin (11/1) istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala Departemen Keamanan Nasional AS Chad Wolf pada Senin (11/1) memutuskan untuk mundur dari jabatannya ditengah situasi krisis keamanan yang tengah dihadapi oleh pemerintah AS usai terjadinya insiden serangan massa pendukung Trump di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Keputusan tersebut tentu saja sangat mengejutkan mengingat pada pekan sebelumnya, Chad Wolf mengatakan bahwa dirinya akan tetap berada pada posisinya menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Wolf mengaku bahwa alasannya untuk mengundurkan diri adalah karena selama ini ia telah menjabat secara tidak resmi.


Meski Vaksinasi Covid-19 Sudah Dimulai, Herd Immunity Tidak Tercapai di Tahun 2021 Ini

"Selama berbulan-bulan, kita sudah mengetahui jika Chad Wolf telah menjabat secara ilegal, jadi pemilihan waktu pengunduran dirinya dari Departemen tersebut hari ini sangat dipertanyakan," kata Bennie Thompson, kepala Komisi Keamanan Dalam Negeri DPR AS.

"Ia telah memilih resign ditengah situasi krisis nasional dan saat teroris domestik kemungkinan merencakan serangan tambahan terhadap pemerintahan kita," tambahnya.

"Wolf, yang telah menjabat sejak November 2019 lalu dan tidak pernah mendapat pengakuan dari pihak Senat, mengatakan bahwa dirinya terpaksa mengundurkan diri karena sejumlah "insiden terbaru", salah satunya usai pihak pengadilan memutuskan bahwa dirinya tidak dapat mempertahankan jabatannya secara legal.

Mundurnya Chad Wolf juga diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi AS lainnya yang marah dengan tindakan Donald Trump menghasut massa untuk menyerbu Gedung capitol pada Rabu (6/1) setelah melontarkan tudingan palsu mengenai kecurangan dalam penghitungan suara pilpres AS 3 November lalu.

Sejumlah Kepala Daerah AS Minta Warga Tak Datangi Pelantikan Joe Biden, Kenapa?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia