logo


Meski Vaksinasi Covid-19 Sudah Dimulai, Herd Immunity Tidak Tercapai di Tahun 2021 Ini

WHO memperingatkan bahwa kondisi herd immunity terhadap Covid-19 kemungkinan tidak akan tercapai pada tahun 2021 ini, sehingga protokol kesehatan masih perlu dilakukan.

13 Januari 2021 12:00 WIB

Dr Anthony Fauci mendapat suntikan vaksin Covid-19
Dr Anthony Fauci mendapat suntikan vaksin Covid-19 reuters

JENEWA, JITUNEWS.COM - Kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa meskipun banyak negara saat ini sudah memulai program vaksinasi COVID-19, namun kondisi 'herd immunity' atau kekebalan kelompok masih sangat kecil kemungkinannya untuk tercapai pada tahun 2021 ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, Inggris, AS, Prancis, Kanada, Jerman, Israel, Belanda, dan lainnya telah mulai memvaksinasi jutaan warganya terhadap virus Corona Covid-19.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada hari Senin (11/1), Dr Soumya Swaminathan mengatakan bahwa sangat penting bagi semua orang untuk menjaga sosial distancing yang ketat dan langkah-langkah pengendalian wabah lainnya di masa mendatang.


Suntikkan Vaksin ke Jokowi, Dokter Kepresidenan Mengaku Gemeteran

“Bahkan saat vaksin mulai melindungi kelompok yang paling rentan, kita tidak akan mencapai tingkat kekebalan populasi atau herd immunity pada tahun 2021,” kata Swaminathan.

“Bahkan jika itu hanya terjadi di beberapa kantong wilayah atau di beberapa negara, itu tidak akan melindungi orang-orang di seluruh dunia.”

Para ilmuwan pada umumnya memperkirakan bahwa diperlukan 70 persen dari populasi dunia harus mendapatkan vaksin sebelum seluruh populasi ikut terlindungi dari suatu wabah penyakit. Namun, sejumlah pakar khawatir jika diperlukan ambang batas yang lebih tinggi dari 70 persen untuk mencapai herd immunity terhadap Covid-19 mengingat virus ini sangat menular.

Dr Bruce Aylward, penasihat direktur jenderal WHO, mengatakan bahwa pihaknya berharap vaksinasi Covid-19 dapat dimulai akhir bulan ini atau pada Februari mendatang, khususnya di beberapa negara miskin di dunia. Ia juga meminta komunitas global untuk berbuat lebih banyak guna memastikan akses vaksin terbuka bagi semua negara di dunia.

Denny: Mendukung Vaksin Itu Sifat Kepahlawanan, Menolaknya Itu Pecundang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia