logo


Longsor Cimanggung, KITA Beri Catatan Kritis

KITA meminta seluruh sektor berbenah khususnya pada tata kelola lahan, perizinan lahan, dan mitigasi kebencanaan

12 Januari 2021 11:08 WIB

Maman Imanulhaq
Maman Imanulhaq Dok.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menyoroti bencana longsor yang terjadi di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Sumedang, hari Minggu lalu (10/1). KITA berduka lantaran adanya korban jiwa pada bencana longsor kemarin.

Tak hanya menyampaikan rasa duka cita dan bela sungkawa atas tragedi yang menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya yang hilang itu, KITA juga meminta mitigasi bencana khususnya di daerah-daerah rawan bencana perlu ditingkatkan.

Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq memiliki sejumlah catatan karut marut persoalan kebencanaan. Meski tak menunjuk hidung siapa yang jadi "tersangka", Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta seluruh sektor berbenah khususnya pada tata kelola lahan, perizinan lahan, dan mitigasi kebencanaan.


KITA luncurkan Multiversitas, Maman Imanulhaq: Pendidikan Kebangsaan Jadi Prioritas

"Bencana di Sumedang ini harus menjadi alasan kita bersama untuk berbenah. Padahal kita tahu bahwa bumi pertiwi kita rentan bencana, oleh sebabnya program-program mitigasi bencana harus ditingkatkan. Tak hanya itu, tata kelola lahan dan perizinan, kebijakannya harus disandarkan pada peta wilayah kebencanaan agar masyarakat aman dari bencana," ujar KH Maman Imanulhaq, Selasa (12/1).

Kang Maman, begitu sapaan karibnya, mengatakan bahwa banyak perumahan yang dibangun di atas lahan yang rentan bencana tanpa mempedulikan aspek keselamatan warga. Selain itu, daerah resapan air juga semakin menipis, hutan juga semakin gundul, sehingga beban tanah di tebing semakin berat. Hal itu yang kemudian menyebabkan tanah labil dan akhirnya longsor.

Di samping itu semua, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini berharap publik ikut bahu membahu menolong para korban yang kini menginap di pengungsian. Saat ini sejumlah kebutuhan yang sangat diperlukan pengungsi yakni obat-obatan, selimut, pakaian, dan vitamin.

Sejumlah korban kini diungsikan ke 2 lokasi. Untuk zona 1 (Dusun Bojongkondang), ada kurang lebih 100 KK pengungsi yang diungsikan ke Yayasan Al-Hidayah, GOR, SD Cipareuag dan pengungsian mandiri (rumah kerabat). Sementara itu, untuk zona 2 (Perumahan SG), ada kurang lebih 125 KK pengungsi yang diungsikan ke tenda pengungsi di lapangan taman burung perumahan SBG.

KITA Minta Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 Diusut Tuntas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata