logo


Menko PMK: Di Era Pemerintah Sekarang Diharapkan CPNS Bisa Memenuhi Tuntutan Profesionalisme

Profesionalisme juga harus diikuti dengan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

12 Januari 2021 08:42 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy (kanan)
Menko PMK, Muhadjir Effendy (kanan) ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebanyak 67 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tahun 2020 mengikuti pembekalan baik secara daring maupun luring di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (11/1).

Dalam arahannya, Menko PMK Muhadjir Effendy menekankan kepada para CPNS agar memiliki jiwa profesionalisme. Pasalnya, hal itulah yang sangat dibutuhkan terlebih di era pemerintahan Presiden Jokowi saat ini yang menuntut kinerja berkualitas.

"Di era pemerintah sekarang diharapkan CPNS bisa memenuhi tuntutan profesionalisme, kinerja berkualitas dengan hasil kerja yang memuaskan untuk masyarakat umum," ujarnya.


Menristek Beri GeNose dan Alat Rapid Test Antigen CePAD, Menko PMK: Keluar Hasil 50 Detik

Menko PMK menjelaskan bahwa profesionalisme tidak serta merta dapat dimiliki tanpa melalui proses yang panjang. Perjuangan para calon ASN atau CPNS dalam memperoleh pendidikan hingga mengikuti berbagai pelatihan CPNS seyogianya telah menjadi bekal untuk menjadi seorang profesional.

Namun demikian, menurut mantan Mendikbud tersebut, profesionalisme juga harus diikuti dengan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Artinya seorang calon ASN selain harus mencintai pekerjaannya juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.

"Seorang profesional pertama dia mencintai keahliannya. Kalau sudah diniati bekerja di sini harus mencintai apa yang ada di sini. Itu baru namanya profesional. Lalu tanggung jawab sosialnya yaitu hasil pekerjaannya dicintai oleh masyarakat," tutur Muhadjir.

Ia pun menegaskan apabila seorang ASN melakukan praktik maladministrasi, maka bukan saja ia tidak profesional tetapi juga tidak memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap hasil kerjanya kepada masyarakat.

Padahal, cetus Muhadjir, seorang ASN atau abdi negara juga harus memiliki dedikasi dan rasa corporateness atau rasa memiliki terhadap perusahaan atau instansi dalam hal ini Kemenko PMK.

"Seorang ahli sekalipun kalau dia tidak memiliki rasa tanggung jawab sosial bisa berdampak buruk. Karena itu dalam bekerja selain kita harus memiliki prestasi juga harus memiliki dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Teruslah belajar dan harus berani memberikan inisiatif," pungkas Menko PMK.

Pada kesempatan yang sama, Sesmenko PMK YB. Satya Sananugraha menambahkan bahwa CPNS harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jiwa kritis milenial sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat kerja baru di lingkungan Kemenko PMK.

"Berprestasilah, belajar kritis, rasa ingin tahu jangan sampai hilang Kalian yang muda-muda jangan pasif. Bangun rasa keingintahuan dan bertanggung jawab atas apa yang sudah kalian pilih," imbuhnya.

Minta Pemanfaatan BP Jamsostek Tepat Sasaran, Menko PMK: Itulah Nyawa dari BPJS Ketenagakerjaan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan