logo


Vaksin Sinovac Beri Efek Samping Gangguan Kulit dan Diare, BPOM: Tapi Tidak Berbahaya

BPOM mengatakan bahwa vaksin Sinovac tetap memberi efek samping yang bersifat ringan hingga sedang

11 Januari 2021 16:36 WIB

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan. dok. Badan POM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr Penny K Lukito mengumumkan bahwa phaknya telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 asal China Sinovac di Indonesia. Penggunaan vaksin tersebut dilakukan dengan alasan kedaruratan.

Meski demikian, Penny mengatakan bahwa vaksin Sinovac tetap memberi efek samping yang bersifat ringan hingga sedang.

"Secara keseluruhan menunjukkan vaksin Covid Corona-vac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang," kata Penny dalam jumpa persnya, Senin (11/1/2021).


Soal Vaksinasi Covid-19, Puan: Upaya Pemerintah Melindungi Rakyat

Ia menjelaskan bahwa efek samping vaksin Sinovac berupa sakit kepala, iritasi kulit dan diare. Namun efek samping tersebut tidak membahayakan bagi kondisi tubuh seseorang.

"Frekuensi efek samping dengan derajat berat: sakit kepala, gangguan di kulit, diare dilaporkan 0,1-1 persen. Efek samping itu merupakan efek samping yang tidak berbahaya, karena dapat pulih kembali," lanjutnya.

Irma Suryani: Biarkan RS Swasta Ikut Menyediakan Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati