logo


Polarisasi Antar Kubu, SBY Prihatin Jika Tentara dan Polisi Terlibat

SBY melihat keadaan ini sungguh menyedihkan dan sekaligus membahayakan masa depan bangsa.

11 Januari 2021 06:30 WIB

wikimedia commons

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa cemas karena kerukunan masyarakat yang melemah belakangan ini. Dia menilai harmoni sosial saat ini jauh dari semangat persaudaraan sebagai bangsa.

Menurutnya, kondisi bangsa yang diambang perpecahan tak terlepas dari Pilgub DKI Jakarta pada 2017 silam. Ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono ini melihat polarisasi terbangun sejak pertarungan Anies Baswedan dan Ahok untuk menjadi pemimpin di Ibu Kota.

“Bermula dari dinamika politik pada Pilkada Jakarta tahun 2017, sepertinya dalam kehidupan masyarakat kita terbangun jarak dan pemisah yang semestinya tak terjadi. Terbangun polarisasi yang tajam di antara kita, baik karena faktor identitas, politik, maupun ideologi,” kata SBY, dikutip dari akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono.


Denny Siregar Sebut SBY Jubir Tuhan Karena Hal Ini

SBY menjelaskan, sebagian menganggap mereka yang tidak sama identitasnya sebagai lawan. Baik itu soal agama, partai politik maupun garis ideologi.

Garis permusuhan ini, lanjut SBY, terjadi di lingkaran persahabatan yang sudah terbangun lama, bahkan tingkatnya bisa sampai ke lingkaran keluarga.

“Saya sungguh prihatin jika lingkaran tentara dan polisi yang harusnya menjadi contoh dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa juga tak bebas dari hawa permusuhan ini. Keadaan ini sungguh menyedihkan dan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita,” jelasnya.

Sentil SBY, Teddy Gusnaidi: Pak Jokowi Tak Akan Bekerja Sekeras Ini Jika Anda Tak Pernah Jadi Presiden

Halaman: 
Penulis : Iskandar