logo


Presiden Meksiko Sebut Pemblokiran Akun Medsos Trump sebagai Pertanda Buruk

Presiden Meksiko menilai pemblokiran akun media sosial milik seorang pemimpin negara yang masih aktif menjabat adalah hal yang melampaui wewenang pemerintah

10 Januari 2021 07:00 WIB

Logo Twitter - SEOClerks
Logo Twitter - SEOClerks

MEXICO cITY, JITUNEWS.COM - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyebut tindakan sejumlah platform media sosial yang memblokir akun milik Donald Trump yang saat ini masih menjabat sebagai presiden AS merupakan "pertanda buruk" bagi kebebasan, dan merefleksikan adanya kekhawatiran "serius" mengenai kekuasaan perusahaan teknologi swasta untuk "membungkam dan menyensor" pemerintah.

"Apa yang dilakukan beberapa hari yang lalu di Amerika Serikat adalah pertanda buruk. Perusahaan swasta memutuskan [siapa] yang dibungkam dan disensor. Ini bukan pertanda baik dan bertentangan dengan kebebasan. Bukankah pemerintahan dunia diciptakan dengan kekuasaan atas jaringan sosial, kekuatan atas media global? Dan [itu seolah-olah] juga sebuah pengadilan sensor, untuk mengelola opini publik. Ini sangat serius," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (8/1)dikutip Sputniknews.

Sebelumnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan memblokir secara permanen akun Facebook dan Instagram milik Donald Trump. menanggapi pernyataan tersebut, presiden Meksiko menyebut Mark Zuckerberg telah bersikap "arogan" dan melangkahi pemerintah.


Trump Berniat Bikin Platform Medsos Sendiri Usai Akunnya Diblokir Facebook dan Twitter

"Mengenai aturannya, bagaimana dengan kebebasan dan hak atas informasi, serta peran otoritas yang sah dan didirikan secara hukum?" tambah Obrador.

Sejumlah platform media sosial seperti Twitch, Twitter, Facebook, YouTube dan Instagram telah memblokir akun Trump menyusul terjadinya kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu. Pemblokiran dilakukan setelah postingan video Trump yang mengimbau para pendukungnya untuk mengakhiri aksi mereka, tetap menyatakan bahwa hasil penghitungan suara pilpres 3 November lalu penuh dengan kecurangan.

Sebut Vaksin Buatan Inggris dan AS Tak Bisa Dipercaya, Cuitan Khamenei Dihapus oleh Twitter

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia