logo


Sebut Vaksin Buatan Inggris dan AS Tak Bisa Dipercaya, Cuitan Khamenei Dihapus oleh Twitter

Pihak Twitter menghapus postingan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang menyebut vaksin Covid-19 buatan Inggris dan AS tidak bisa dipercaya

10 Januari 2021 06:30 WIB

The Independent

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ternyata juga terkena imbas dari kebijakan sensor Twitter, setelah platform media sosial tersebut menghapus cuitannya yang menyebut vaksin virus corona dari AS dan Inggris "sama sekali tidak dapat dipercaya."

Pernyataan Khamenei telah diposting ke sejumlah akun media sosialnya, dan ditulis ke dalam sejumlah bahasa, pada Jumat (8/1).

“Mengimpor vaksin yang dibuat di AS atau Inggris (ke Iran) dilarang. Mereka sama sekali tidak dapat dipercaya. Bukan tidak mungkin mereka ingin mencemari negara lain," kata Khamenei dalam postingan yang sudah dihapus Twitter tersebut, dikutip Russia Today.


Hizbullah: Tombol Nuklir Ada di Tangan Orang Bodoh Gila Bernama Trump

“Mengingat pengalaman kami dengan suplai darah Prancis yang tercemar HIV, vaksin Prancis juga tidak dapat dipercaya,” lanjutnya.

Twitter sendiri tampaknya sangat konsisten dalam menggunakan kebijakan baru yang sudah mereka terapkan sejak bulan Desember 2020 lalu. Sejumlah cuitan lain yang juga sudah dihapus oleh Twitter mengenai Covid-19 antara lain klaim bahwa vaksin Covid-19 digunakan untuk mengendalikan populasi, ataupun pernyataan yang berisi teori konspirasi yang menyesatkan lainnya.

Dalam kebijakan tersebut, pengguna diwajibkan untuk menghapus postingan yang "menyesatkan" tersebut untuk dapat kembali mengakses akun mereka.

Sebelumnya, akun milik Presiden Donald Trump juga diblokir secara permanen oleh Twitter menyusul terjadinya insiden penyerbuan Gedung Capitol di ibukota Amerika Serikat pada Rabu (6/1) oleh para pendukung Trump.

Trump Berniat Bikin Platform Medsos Sendiri Usai Akunnya Diblokir Facebook dan Twitter

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia