logo


Trump Berniat Bikin Platform Medsos Sendiri Usai Akunnya Diblokir Facebook dan Twitter

Donald Trump mengatakan bahwa tindakan Twitter memblokir akun @realDonaldTrump tidak lantas membuat dirinya bungkam

10 Januari 2021 05:45 WIB

Donald Trump
Donald Trump ABC News

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengecam tindakan Twitter yang memblokir secara permanen akun @realDonaldTrump. Ia menyebutnya sebagai pembatasan kebebasan berpendapat yang mempromosikan ideologi "Radikal Kiri". Meski akun pribadinya sudah diblokir, namun hal tersebut tidak akan dapat membungkamnya.

Seperti diketahui, sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, sudah memblokir sejumlah akun milik Donald Trump dan tim pendukung Trump agar tidak disalah-gunakan untuk menyebarkan hasutan yang akan mengacaukan situasi AS jelang pelantikan Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

"Seperti yang sudah lama saya katakan, Twitter telah semakin melarang kebebasan berbicara, dan malam ini, karyawan Twitter telah berkoordinasi dengan Demokrat dan Radikal Kiri untuk menghapus akun saya dari platform mereka, untuk membungkam saya - dan ANDA, 75.000.000 patriot hebat yang memilih saya," kata Trump dalam serangkaian cuitannya melalui akun @POTUS, yang didokumentasikan oleh netizen sebelum cuitan-cuitan tersebut dihapus oleh pihak Twitter.


Siapapun Presidennya, Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Korea Utara Tidak Akan Berubah

"Kami tidak akan bisa DIBUNGKAM! Twitter bukan tentang Kebabasan berpendapat. Semuanya tentang (Twitter) hanya mempromosikan platform (berideologi) Radikal Kiri di mana beberapa orang paling kejam di dunia diizinkan untuk berbicara dengan bebas," tambahnya.

Oleh karena itu, Trump meminta para pendukungnya untuk "tetap menunggu" bahwa dirinya akan segera membuat sebuah "pengumuman besar". Ia menambahkan bahwa dirinya dan tim saat ini tengah bernegosiasi dengan "sejumlah situs lainnya" untuk dijadikan tempat pindah mengingat sejumlah akun media sosialnya seperti Facebook, Instagram, dan Twitter sudah diblokir. Bahkan, dirinya akan mempertimbangkan untuk membuat platform media sosialnya sendiri dalam waktu dekat ini.

Hizbullah: Tombol Nuklir Ada di Tangan Orang Bodoh Gila Bernama Trump

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia