logo


Hizbullah: Tombol Nuklir Ada di Tangan Orang Bodoh Gila Bernama Trump

Pemimpin Hizbullah memperingatkan bahwa Trump bisa saja memulai perang dengan Iran sebelum masa pemerintahannya berakhir pada 20 Januari mendatang

10 Januari 2021 05:00 WIB

Hassan Nasrallah
Hassan Nasrallah istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah pada Jumat (8/1) mengatakan bahwa peristiwa kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Amerika Serikat akan menimbulkan dampak secara global dan berharap Tuhan melindungi dunia setidaknya hingga 20 Januari mendatang ketika Presiden terpilih Joe Biden dilantik.

"Tombol nuklir ada di tangan orang bodoh gila bernama Trump," kata pemimpin organisasi yang mendapat dukungan dari pemerintah Iran tersebut, dalam pidato yang disiarkan televisi, dikutip Reuters.

“Tuhan, lindungilah dunia dari apa yang bisa dia lakukan,” tambahnya.


Gedung Capitol Diacak-acak Pendukung Trump, Hizbullah: Demokrasi Amerika adalah Kebohongan

Nasrallah mengatakan bahwa insiden penyerbuan Capitol AS oleh para simpatisan Presiden Donald Trump pada hari Rabu kemarin menunjukkan bahwa Trump siap membunuh warganya sendiri untuk mempertahankan kekuasaannya. Dalam insiden tersebut, seorang petugas Kepolisian yang tengah bertugas mengamankan Gedung Capitol dan empat orang pendukung Trump tewas, termasuk seorang wanita yang tertembak oleh pihak keamanan.

"Ini adalah contoh kecil dari apa yang telah dilakukan Trump selama empat tahun di beberapa negara lain," kata Nasrallah.

Ketegangan yang terjadi di dalam hubungan Iran-AS mengalami peningkatan menjelang berakhirnya masa pemerintahan Trump, yang bertepatan dengan peringatan satu tahun pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh pasukan militer AS.

Siapapun Presidennya, Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Korea Utara Tidak Akan Berubah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia